Bahaya Mie Instant

Mie instant. Mungkin itu adalah makanan favorit dari semua kalangan masyarakat yang ada di indonesia. Terutama bagi orang yang memiliki kesibukan yang sangat banyak dan bertumpuk-tumpuk sehingga mereka tidak sempat untuk membuat ataupun membeli makanan yang sehat. Siapakah mereka?? . Yaph, benar. Mereka adalah mahasiswa. Mungkin mie instant merupakan makanan primer yang dikonsumsi oleh kebanyakan mahasiswa yang memiliki kesibukan yang sampai-sampai tak sempat untuk memikirkan perutnya. Namun, mereka hanya mengkonsumsi mie instant untuk kebutuhan primernya. Ada beberapa macam alasan lainnya kenapa mereka mengkonsumsi mie instant dengan frekuensi yang cukup tinggi, salah satunya adalah karena mie instant memiliki bandrol harga yang sangat murah. dengan uang Rp 2500, mereka dapat mengkonsumsi mie instant dengan lahap, dan mereka tidak tahu betapa bahayanya apabila mereka mengkonsumsi mie instant dengan frekuensi yang sangat tinggi.

Mie = > lilin, terigu, mecin, minyak, pengawet.

Ternyata di dalam mie tersebut terkandung lilin yang berfungsi untuk melapisi mie instant. Lilin itu juga yang menyebabkan mie tidak lengket satu dengan yang lainnya. Jika mencoba dengan menyimpan kuah hasil olahan mie instan selama 3 hari maka akan terbukti bahwa ditemukan zat seperti lilin didalam kuah tersebut. Apabila kita mengkonsumsi mie dengan frekuensi yang sangat tinggi lama kelamaan kita akan terkena kangker karena tubuh kita membutuhkan waktu 2 – 3 hari untuk membersihkan zat lilin tersebut. Namun akumulasi zat racun tersebut akan terus bertambah dan akan mempengaruhi metabolisme tubuh hingga akhirnya kita akan terjangkit kangker dan bisa divonis mati oleh dokter.

Mie instant memiliki kandungan karbohidrat yang begitu tinggi. Walaupun begitu, namun pati tersebut susah untuk dicerna oleh tubuh karena zat lilin yang ada dapat menghambat (menjadi inhibitor) kerja enzim amylase untuk memecah pati menjadi glukosa untuk diserap. Sedangkan dalam waktu 8 jam makanan sudah masuk dalam proses defeksifikasi dan proses penyerapan sudah sangat sedikit. Oleh karena itu ketika kita makan mie tubuh sebenarnya tidak mendapatkan energi lebih. Namun hanyalah racun zat lilinnya saja lah yang akan terakumulasi didalam tubuh.

Didalam kandungan bumbu mie instant terkandung vetsin yang juga sangat berbahaya. bentuk kristal bumbu dapat melukai dinding lambung sehingga perut akan merasa sakit dan akan menyebabkan bakteri helicobacter pylory tumbuh dengan damai di luka yang timbul dan memperbesar luka sehingga kita akan sering merasa perih seperti merasa sakit maag. Oleh karena itu ketika sang pemakan mie merasa sangat lapar kadang perut nya akan terasa perih dan dapat menimbulkan penyakit gastritis.

Vetsin juga mengandung MSG yaitu monosodium glutamat. glutamat merupakan asam amino esensial yang seharusnya dibutuhkan dalam kadar yang hanya sedikit. namun apabila dikonsumsi dalam jumlah berlebih maka akan menyebabkan toksikotoksik yaitu meluruhnya sel-sel seperti sel saraf dan dapat mendegenerasi sel saraf sehingga kita akan merasa lebih bodoh karena kita akan kesulitan berpikir akibat hancurnya sel-sel saraf diotak sedikit demi sedikit. tidak hanya itu, ginjal kita akan berwarna merah hati gelap dari warna standart yang berwarna merah muda. kemudian renal medula akan mengalami distorsi sehingga nefron-nefron ginjal kita akan hancur dikarenakan kristal natrium glutamat yang tajam dan akan menghancurkan nya karena kristal tersebut akan menyumbat proses filtrasi ginjal dan ketika ada tekanan darah yang tinggi sumbatan akan terdorong dan menyebabkan nefron terluka oleh msg tersebut. ginjal dapat berwarna merah hati gelap karena glutamat dapat menyebabkan warna menjadi warna gelap. sesuai dengan masakan cina yang menggunakan MSG maka akan berubah menjadi berwarna coklat karena ditambahkan MSG.

Didalam bungkus mie juga pasti terdapat minyak nabati untuk menambah cita rasa dari mie instant tersebut. Walaupun minyak hanya sedikit, namun jumlah kalori yang tersimpan dalam minyak sangat lah besar, terdapat kolesterol dan lemak . Dalam 1 molekul lemak dapat diubah menjadi skitar 417 ATP. Namun proses perombakan lemak ini sangatlah susah. Asam lemak harus melalui jalur beta oksidasi terlebih dahulu sebelum memasuki siklus asam sitrat atau sering kita sebut siklus krebs. Asam lemak di ubah menjadi asetil CoA terlebih dulu di siklus beta oksidasi kemudian asetil CoA akan masuk kedalam siklus krebs. Dikarenakan proses perombakan lemak sangat sulit makanya lemak dan kolesterol akan tersimpan di jaringan adipose di bawah kulit kita.

Keseluruhan dari semuanya yang paling bahaya adalah bahan pengawet dari mie, bumbu, minyak,bawang, krupuk. Namun yang paling bahaya adalah pengawet didalam mie nya tersebut. Kita sudah sama-sama tahu betapa bahaya nya bahan pengawet tersebut. Salah satu dampak yang paling berbahaya adalah bahan pengawet akan merusak ginjal kita bahkan kita dapat terkena diabetes karena gula darah didalam darah akan meningkat karena hati kita akan rusak akibat bahan pengawet dan tidak dapat menghasilkan insulin dari sel beta nya. Tidak hanya itu, ternyata bahan pengawet dapat merusak sel-sel saraf kita juga. Dan kita akan menjadi bodoh akibat mengkonsumsi mie berlebih.

Sebenarnya masih banyak zat-zat berbahaya lainnya yang mengintai kita dan terbilang mudah untuk ditemukan. Nah, sekarang kita semua sudah mengetahui betapa tidak baiknya mie instant apabila kita konsumsi secara berlebih. Dan sebaik-baiknya kita memilih makanan sebaiknya kita mengkonsumsi makanan 4 sehat 5 sempurna. Karena makanan tersebut merupakan kebutuhan primer bagi kita semua. semoga dengan artikel ini kita semua bisa mengambil manfaatnya dan kita semua menjadi muslim yang sehat. Dan dengan tubuh yang sehat kita bisa berdakwah dengan semangat.

Advertisements

BENARKAH HIDUP INI PENUH BAHAYA?

Pernahkah Anda menonton film Final Destination, baik seri yang pertama kedua atau ketiga? Bila belum, pernahkah Anda merasakan kejadian yang begitu dekat dengan kematian? Di salah satu bagian dari film tersebut, ada satu petikan kalimat yang cukup membuat saya berpikir sejenak, yakni “bahwa sebenarnya hidup kita dipenuhi oleh berbagai ancaman kematian bagi kita”.

Mungkin kalimat tersebut terdengar sedikit klise dan abstrak oleh kita, namun sebenarnya saya pernah merasakan hal tersebut. Suatu ketika saat saya pulang kampung alias mudik, saya dengan keluarga saya menggunakan mobil pribadi saat perjalanannya. Seperti menjadi budaya di Indonesia, bahwa mudik identik dengan keramaian dan kemacetan di jalanan, terutama pada jalur pantura (Pantai Utara) yang menjadi rute perjalanan kami sekeluarga, sehingga kendaraan yang dikemudikan oleh Bapak saya berada pada kelajuan yang sedang.

Pada suatu tempat di malam hari, yakni jalur rel kereta api yang melintasi jalan mobil kami, kendaraan kami dengan lancar dapat berjalan menuju lintasan rel kereta api tersebut. Namun belum sampai mobil kami melintasi rel kereta api tersebut secara penuh tiba-tiba mesin mobil kami mati. Awalnya kami tidak terlalu panik menghadapi kejadian ini, namun yang membuat kami sangat terpetanjat adalah bunyi sirine atau semacam bel penanda kereta api akan melintasi rel dalam hitungan menit.

Kontan akibat bunyi sirine tersebut seisi mobil kami langsung berada dalam kondisi yang sangat histeris. Bahkan kakak sepupu saya yang biasanya tenang dalam menghadapi berbagai kondisi terlihat raut muka pucatnya, seraya berucap istighfar berulang-ulang. Tante saya tidak kalah terlihat panik, begitu juga dengan ayah saya yang terlihat sangat gugup, sehingga secara tidak sadar usaha beliau untuk menyalakan kembali mesin mobil sia-sia karena berkali-kali beliau menstarter mobil namun mesin mobil tidak kunjung menyala. Saya pikir pengguna jalan lainnya pun memperhatikan dengan perasaan cemas ke arah mobil kami karena mobil kita tidak kunjung bergerak di tengah peringatan sirine kereta petugas pos rel kereta api. Penjaga dalam pos tersebut pun terlihat jelas oleh saya berdiri dari tempat duduknya untuk mengawasi mobil kami yang tetap diam dan beliau pun tidak menutup palang rel agar mobil kami tidak benar-benar terjebak di tengah rel kereta api tersebut. Pikiran saya pun juga sangat kacau. Saya berpikir bahwa satu-satu jalan yang terbaik untuk menyelamatkan hidup kita sekeluarga adalah dengan mengajak untuk segera keluar dari mobil. Namun, ajakan saya tersebut akhirnya tidak terjadi setelah Ibu saya mengetahui apa penyebab mobil kami tidak bisa dinyalakan, yakni AC (Air Conditioner) mobil masih dalam keadaan menyala, sehingga beliau langsung mematikan AC dan mobil langsung menyala saat di starter oleh Bapak saya. Mobil kami pun akhirnya dapat keluar dari rel kereta api dengan selamat, sementara saya dapat melihat dari kejauhan lampu kereta api semakin mendekat.

Alhamdulillah, saya dan keluarga saya masih dapat terhindar dari kecelakaan yang dapat berakibat fatal bagi kita, bahkan dengan konsekuensi terbesar : Kematian. Saya hingga sekarang masih ingat detail kejadian tersebut, dan emosi saya juga terkadang ikut terlibat bila mengetahui fakta bahwa para teman dan saudara saya sudah mendahului saya untuk menghadap kepada-Nya.

Satu pelajaran bahwa tidak perlu kita jauh berpikir bahwa ancaman kematian selalu berada pada kondisi yang penuh dengan kejahatan, peperangan, terorisme, serta berbagai kondisi berbahaya lainnya. Saat ini, dimana pun Anda berada, juga memiliki potensi yang berbahaya untuk diri Anda serta keselamatan jiwa Anda. Bahwa kita tidak dapat memprediksi apa yang akan benar-benar terjadi pada diri kita 1 tahun yang akan datang, 1 bulan yang akan datang, 1 hari yang akan datang, bahkan 1 detik yang akan datang. Semua sudah tertulis dalam ketentuan-ketentuan Allah SWT, mengenai detail-detail biografi kita. Saat ini kita hanya bisa berusaha, berdo’a dan tawakkal untuk meraih apa yang diita-citakan oleh sebagian besar muslim, yakni “Menjadi pemenang akhir”.

Memiliki dan Menjadi

Oleh : Andini Warih (Biologi 2007)

Assalamu’alaikum… aLooooha para pengunjung bazaar ilmu Al-Hayaat… Pada kesempatan kali ini saya akan memaparkan sebuah tulisan. Sebelumnya maaf ya bagi semua teman-teman karena saya telat mengirimkan artikel ini. hehehehe….

KISAH INI HANYA PIKTIP BELAKA APABILA ADA KESAMAAN NAMA TOKOH DAN LOKASI KEJADIAN HAL TERSEBUT MERUPAKAN SUATU KETIDAKSENGAJAAN YANG DISENGAJA …

selamat menikmati.

#kasus 1

Saudagar Gibran (bukan nama sebenarnya) membangun vila megah dilereng bukit. Pemandangannya indah dan udaranya segar. di tempat lain beliau masih mempunyai dua buah villa lagi yang juga megah. (maklum tajir, hahaha….) Namun, belum tentu dua bulan sekali pak Gibran sempat menginap di salah satu vilanya karena ia sangat sibuuuuk sekali. Praktis villa tersebut sangat sepi. Sementara itu, Bang Oji (bukan nama sebenarnya) sekeluarga, orang yang dibayar untuk menunggu villa tersebut justru menikmati kemegahan bangunan dan kesegaran udaranya. Meskipun saudagar Gibran jarang sekali menikmati villanya, bahkan harus mengeluarkan uang untuk orang yang menungguinya, dia tetap puas dan bangga karena dia memiliki villa itu. Di rumahnya ada sepuluh mobil. Anggota keluarga saudagar Gibran hanya lima orang. Maka ada mobil yang jarang terpakai yaitu mobil yang paling mahal. Mobil mahal tersebut hanya dipakai pada acara-acara kehormatan saja. Meskipun jarang dipakai namun perawatan dan pajak membutuhkan biaya yang sangat besar, saudagar Gibran telah puas sebagai pemilik.

#kasus 2

Ada seorang petani tua, pak AduL namanya (bukan nama sebenarnya). Suatu hari, ia menanam pohon asam dan pohon mangga dikebunya dekat jalan. Waktu berlalu dan pohon itu dirawat dengan cermat. Tingkah laku Pak AduL yang aneh membuat heran saudagar Gibran yang lewat dengan kereta kencananya. Ia heran mengapa kenapa pohon yang baru akan berbuah dan memberikan hasil bertahun-tahun lamanya ditanam pak AduL? Bukankah pak AduL sudah bau tanah? (parah lo geb, hehoho…) Kenapa tidak menanam pohon yang siap dipanen dalam waktu dekat saja?

Coba cermati ucapan Pak AduL, ”Saya sekarang sudah bau tanah (bau banget duL!!!). Ketika pohon besar dan berbuah mungkin saya sudah meninggal, (ooooooh…..). Tetapi pohon itu akan tetap bermanfaat. Orang yang lewat bisa berteduh, anak-anak bisa bermain sambil memanjat dan memetik buahnya”. Nah, kepuasan pak AduL bukan karena memiliki melainkan karena dapat memberi.

Sahabatku, dari dua kasus diatas dapat kita lihat bahwa dalam hidup ini ada orang-orang yang puas karena memiliki dan menguasai tetapi ada orang-orang yang menemukan kepuasan karena dapat memberi. Berdasarkan hal tersebut orientasi manusia dapat dibedakan menjdi dua yaitu orientasi ”memiliki” dan orientasi ”menjadi”. Masing-masing memiliki dampak yang sangat berbeda. Ciri utama orientasi memiliki adalah cenderung melakukan setiap orang dan setiap hal menjadi miliknya. Memiliki berarti menguasai dan memperlakukan sesuatu sebagai objek. Segala sesuatu dibendakan atau diperlakukan seperti benda. Orang yang memiliki orientasi seperti ini tidak bisa hidup dengan dirinya sendiri karena bergantung pada simbol-simbol yang menjadi miliknya. Kepuasan saudagar Gibran ini hanya pada kepemilikannya bukan pemanfaatannya. Ketika miliknya hilang maka ia merasa eksistensinya juga hilang. Semakin banyak yang dimiliki maka ia akan semakin sombong dan apabila hanya sedikit yang dimiliki maka ia akan kuarng percaya diri.

Berbeda dengan orientasi memiliki (to have) pada orientasi menjadi ini mendorong orang melakukan aktivitas yang tumbuh dari dalam dirinya sendiri dengan tujuan yang jelas serta membawa perubahan yang berguna secara sosial. Sikap ini menuntun kita untuk membuang sikap memeningkan diri sendiri. Orientasi menjadi mengharuskan adanya memberi, membagi dan berkorban. Orientasi memiliki berarti jalan menurun sedangkan orientasi menjadi berarti jalan mendaki. Jalan mendaki adalah jalan pengorbanan untuk mencapai puncak tujuan sedangkan jalan menurun adalah jalan yang mudah dan menyenagkan karena menurut ego kita. Hayooo, berpikir sejenak dan pastikan kita termasuk yang mana, orientasi ”memiliki” atau orientasi ”menjadi” ya??? hmmmm…

Jika kita kembali apada ajaran agama maka apa-apa yang kita punya di dunia ini hanyalah milik Allah dan kepada-Nya lah semua akan dikembalikan.

CARILAH KEBAHAGIAAN DENGAN CARA MEMBAHAGIAKAN ORANG LAIN. CARILAH KESENANGAN DENGAN CARA MENYENANGKAN ORANG LAIN.

Mohon maaf ya kalu ada kesalahan karena sesunguhnya Yang Maha Benar hanyalah Allah…

Makasi yaaa…. nantika artikel saya berikutnya…

Aufwiedersehen….

”Wahai sahabatku, kuharap Allah akan memegangmu erat, malaikat akan menjagamu selalu tidak hanya membuatmu baik-baik tetapi agar kamu mendapat segala yang terbaik”.

amiin….

Dilema: bahagia, biasa saja, atau malah menderita

Oleh: Seseorang-yang-namanya-minta-dirahasiakan

Kalo lagi ngebaca sejarah dan cerita-cerita seputar rumah tangga Nabi Muhammad dan istri-istri beliau, bawaannya mau senyum-senyum aja sendiri…. (mungkin ilustrasi lebih jelasnya seperti dah kayak orang ga waras, dengan wajah yang mupeng)

Biasanya suka dikatain sama temen “dasar Hanip!”

Artinya?

Cari sendiri aja lah, malu saya ngartiinnya…

Cerita-cerita indah, whoooho, siapa yang ga sabar sih kalo udah denger cerita kayak begitu, pasti malemnya bawaannya ga bisa tidur nyenyak, dan ngiri sama kakak kelas yang dah ngeduluin, atau mungkin ekstrimnya malah ngiri sama mamah papah sendiri….

Parah itu mah,,,,

tapi selaku wanita yang beriman (ehem), sempet kebayang juga, kalau nanti harus menghadapi ujian yang namanya poligami…

Widih, jujur aja, saya sendiri masih mengalami sindrom aneh setiap mandengar kata-kata ini…nama sindromnya “Sudden paralize“

Abis denger kata ini, bawaannya langsung diem aja,dan mikir rada lama…

Kenapa mikir rada lama?

Karena sejujurnya hati ini berperang antara menyetujui dan menentang…

Berat, berat….

Sebenernya sih bahasa Indonesianya harusnya poligini, sebab poligami itu berarti adanya pernikahan dengan pasangan yang lebih dari satu, entah suami yang punya banyak istri, ataukah justru istri yang mempunyai banyak suami….

Jadi harusnya saya ga usah takut-takut amat pas denger kata poligami, kan kemungkinannya bisa aja istrinya yang punya banyak suami (wheleh-wheleh, ntar susah ngurusinnya. Lagian orang setia emang ga tega kalau harus mendua apalagi meniga ,,, naon deuih)

Poligami sendiri memang diperbolehkan dalam Islam

Seperti dalam Surat An-Nisaa ayat 3, menerangkan bahwa diperbolehkan bagi laki-laki untuk memperistri wanita maksimal empat orang…..

Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), Maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi : dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, Maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.“ (An-Nisaa : 3)

Di ayat ini diterangkan adanya perlakuan yang adil. Mungkin artiannya kayak gini, jika takut gak bisa berbuat adil, ya kawinnya sama satu wanita aja. Gitu.

Nah, ada golongan orang yang menentang poligami dengan alasan dari ayat berikut:

Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara isteri-isteri(mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian, Karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai), sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung. dan jika kamu mengadakan perbaikan dan memelihara diri (dari kecurangan), Maka Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.“ (Qs An-Nisaa 129)

Hmm, dari dua ayat ini mungkin ditarik kesimpulan, kalau mau mengawini lebih dari satu wanita, kamu harus adil, tapi di surat yang lain disebutkan kalau manusia tidak pernah bisa adil. Jadi, kesimpulannya ya jangan poligami aja.. heheh (kesenengan)

Oalah koq jadi bingung…..

Percaya Al Quran itu perfect?

Percaya

Kalau begitu pasti akan ada penjelasan yang logis buat 2 ayat yang saling berkontradiksi ini. Ga mungkin kan antara ayat yang satu dengan ayat yang lain saling bertolak belakang….. Ya engga?!

Jadi gini, kalo sebenernya manusia itu memang gak bisa untuk adil dari masalah hati. Biarlah hati itu urusan Allah. Adil yang sifatnya fikriyah ga wajib untuk selalu di buat adil, karena ini adalah fitrah, Allah yang ngatur. Tapi kalau urusan yang sifatnya jasadiah, manusia wajib adil.

Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) Karena Allah, menjadi saksi dengan adil. dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. berlaku adillah, Karena adil itu lebih dekat kepada takwa. dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.” ( Qs Al Maidah 8 )

Tuh kan, disebut-sebut mulu kata adil, dan perintah untuk adil. Jadi sebenernya, manusia memiliki potensi untuk berlaku adil. Tapi kembali lagi, karena masalah hati itu bukan manusia yang mengatur, jadi unutk adil di urusan yang satu ini biarlah menjadi urusan Allah. Wong Nabi Muhammad aja ketika ditanya oleh sahabat mengenai siapa orang yang paling dicintainya pada masa itu, dia menjawab bahwa wanita yang paling dicintainya pada saat itu adalah Aisyah, dan laki-laki yang dicintainya pada saat itu adalah Abu Bakar. Tuh kan, Muhammad, insan yang paling mulia, pemimpin yang paling T-O-P B-G-T aja ga sanggup adil dalam urusan hati. Jadi tenang saja.

Lho tenang gimana, karena penjelasan barusan mematahkan alasan kebanyakan wanita yang menolak dipoligami. Ya saya juga ga tenang, ya tapi memang itu penjelasannya.

Sampai saat ini saya masih mengira-ngira apa yang saya lakukan kalau dapet cobaan macam begini. Mungkin akan……gak tau deh. Gak mau mikirin. Soalnya, orang dengan sifat posesif kompulsif, dan melankolis kayak saya mungkin udah jelas apa yang bakal dilakuin. Yang kepikiran sih baru satu, nangis (dasar cengeng). Heheh, simpel amat yak.

Gimana kalo minta cerai aja?

Memang ada kesempatan buat wanita untuk meminta cerai, atau namanya khulu’. Tetapi harus didasari oleh suatu yng syar’i, misalnya KDRT, atau lain sebagainya. Bukan karena di poligami yang jelas-jelas diperbolehkan oleh agama, dengan syarat dan ketentuan berlaku, pastinya….

Diri saya pribadi sebenarnya masih belum tau apakah saya bisa menerima bila itu terjadi pada diri sendiri. Cuma waktu yang akan menjawab (mudah-mudahan ga ngerasain deh, heheh…=p). Tapi kesimpulan dari tulisan kali ini adalah bahwa poligami itu boleh tapi dengan syarat dan ketentuan yang berlaku, dan akan ada bergunung-gunung kemuliaan yang insya Allah seorang wanita akan dapatkan ketika ia sanggup bertahan pada kondisi sulit tersebut.

Saya harap sih akan ada postingan mengenai poligami, tapi yang mengangkatnya tetap satu spesies dengan saya, tapi beda jenis (jantan maksudnya). Biar akan ada brain storming. Misal, sebenernya laki-laki itu tega ga sih menduakan wanita…. (heheh,,,), gak kasian apa, dan lain sebagainya.

Mohon maaf pabila ada kata-kata yang tidak berkenan, sesungguhnya yang salah datangnya dari diri saya pribadi yang dhoif, dan yang benar datangnya dari Allah. Semoga kita semua dapat mengambil manfaat dari tulisan ini.

Jangan lelah untuk menjadi lebih baik dari hari kemarin.

Siapakah Teman Hidupmu??

Oleh : Dewi Raihanasyah (Biologi 2007)

Assalamu’alaikum wr.wb.

Sebelumnya, marilah kita senantiasa mengucap syukur atas nikmat Allah SWT sejak kita lahir sampai sekarang ini kita tetap menggunakan nikmat-Nya. Dan tak lupa pula salawat atas utusan Allah, Rasulullah saw yang baru-baru ini kita memperingati hari kelahiran sang insan pembaharu dalam islam. Semoga kita semua mendapat syafa’at beliau dihari akhir kelak… Amin……

Sesuai dengan judul di atas, kita akan membahas tentang teman hidup. Pertama kali membacanya, mungkin terlintas bahwa teman hidup adalah seseorang yang akan mendampingi kita dikala suka-duka sepanjang hidup kita di dunia ini. Dialah yang menemani kita disaat kita membutuhkan seseorang untuk bersandar dan berkeluh kesah. Kemudian, dia hanya bisa diam mendengarkan semua curahatan hati kita dan sedikit empatinya atau mungkin senyuman kecil untuk membuat kita tenang. Mungkin sedikit kalimat-kalimat bijak yang dilontarkannya sebagai nasihat. Tapi, alangkah sempitnya pemikiran kita jika hanya itu yang terpikirkan oleh kita. Semua itu hanyalah kesenangan dunia semata, ingat kawan akhirat jauh jauh jauh dan jauh lebih lama dari dunia.

Mengapa kita tidak mencari teman hidup yang kekal dan insyaAllah akan senantiasa menemani kita hingga hari akhir.

Al-Quran………….

Yang merupakan wahyu-wahyu Allah, Sang Pencipta kita semua, dimana terdapat banyak pengobat hati didalamnya. Dia lah yang menciptakan kita, pastilah Dia lebih tau tentang kesedihan dan kebahagiaan hamba-Nya. Lalu mengapa kita tak kembali mengingat-Nya disaat kita berduka ataupun bahagia??????

Pertanyakan lagi hal ini pada hati dan pikiranmu, wahai saudari/a ku…. Begitu pula diriku yang tak luput dari dosa-dosa…..

Mari kita dekatkan diri kita pada Al-quran, seiring waktu kita juga mendekatkan diri kita pada Allah SWT. Dikala senang jangan lupa bersyukur atas kebahagiaan yang diberikan-Nya pada kita. Dan dikala sedih, kita juga harus bersyukur karena kesedihan ini berarti Allah perhatian pada kita sehingga kita diberi sedikit teguran……

Ingat ukhti, akhi, bahwa:

“Allah tidak akan memberikan ujian yang tidak mampu dijalani hamba-Nya.” Dan……

“….Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan dan bila engkau telah selesai dalam suatu urusan, tetaplah bekerja keras untuk urusan yang lain….”

Karena rencana Allah selalu indah………

Kembali kekonteks awal, bahwa teman hidup yang ideal itu adalah Al-quran. Dimana, kita bisa selalu bertemu dengannya dan berdekatan denganya. Saat senang ataupun sedih kita tinggal membuka lembarannya yang sejuk dan membaca dengan hati dan pikiran kita tertuju pada-Nya. Membaca Al-quran sungguh melegakan hati kita dan sebelumnya alangkah baiknya kita berwudlu terlebih dahulu.

Nikmati setiap huruf yang kita baca dari kitab umat islam ini, begitu indah dan penuh keharuan dikala kita bisa hanyut dalam lantunan bacaan kita sendiri hingga air mata pun mengalir tanpa kita sadari…. Sungguh nikmat ukh, akh, jika kita bisa merasakannya…..

Marilah, kita bersama-sama lebih mengenal kitab agama kita dan melakukan pendekatan lalu mulai meraihnya dan menggenggamnya erat, membuka lembaranya dan sssssstts……..sepertinya sudah ada yang mulai membacanya sambil sesenggukan… Alhamdulillah……….

Ya Allah,, jadikanlah kami hamba-Mu ini yang senantiasa dekat dengan wahyu-wahyu Mu….. Amin…………

Ya Allah, pertemukanlah kami segenap insan dakwah yang telah Kau tiupkan roh kejasad-jasad kami, di Syurga Mu…..Ya Rabb……… amin……………….

Wassalamu’alaikum wr.wb.

Tumbuhan dalam Penghayatan

Oleh: Okta Noviantina (Biologi 2007)

Cendekiawan muslim, sering banget kita denger kata-kata yang satu ini, apa lagi pas lagi belajar sejarah Islam dan dunia. Tapi sayang banget, kalau terkadang pikiran kita terlalu sempit mengenai kata-kata yang satu ini (engga satu kata ding, tapi dua kata). Seperti yang pernah saya denger dari ucapan komandan saya (woalah tentara apa, punya komandan segala) kalau sebenarnya antara kata cendekiawan dan muslim itu adalah satu kesatuan yang tak terpisahkan (bener ga pak?). Kalo ngedenger kata cendekiawan muslim, jangan ujug-ujug ngebanyangnya orang-orang masa lampau ajah, tapi kita harus berpikir dinamis, kalau ternyata banyak koq muslim-muslim di era sekarang ini yang memberikan prestasi yang tarafnya internasional, mungkin salah satunya kita, yang suatu hari nanti akan menyusul. Amin,,Amin,,Amin! =p

Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertamanya:

Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan” (QS Al Alaq : 1)

“Bacalah…”. Tuh kan, Allah gak main-main. Kita diwajibin pinter sama Allah, ya caranya, salah satunya, dengan membaca (jadi ngerasa kesindir, akhir-akhir ini saya jarang baca). Ayat Allah itu terdiri dari ayat kauliyah, dan kauniyah. Jadi kita engga cuma melulu disuruh baca Al Qur’an aja dalam mencari jati diri dan makna kehidupan, tapi kita juga bisa mengamatinya dam mempelajarinya dari alam semestaNya. Jadi media searchingnya bisa lebih luas kan?!

“Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, Yang mengajar manusi dengan perantara kalam. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya” (QS Al Alaq: 3 – 5)

Eits, eits, ini cuma prolog dari tulisan saya kali ini lho, hanya sekedar memberikan dasar kenapa saya menulis tulisan ini. Karena, saya yang pada dasarnya mengaku sebagai seorang muslim, merasa berkewajiban membagi-bagikan apa yang saya tahu (terutama yang dari ayat kauniyah, kalau mentafsifkan ayat kauliyah, saya masih dalam pembelajaran tingkat awal, hehe….).

Saya ingin banyak bercerita mangenai “ Plant”. Heheh….

Ada yang langsung merinding begitu saya menyebutkan kata keramat ini?

Hayo ngaku aja deh…. gak bakal saya gigit kok.

Tenang aja, untuk yang satu ini mungkin sifatnya bisa Far’du kifayah.

Allahualam bisshawab.

Tumbuhan? Buat apa sih Allah nurunin tumbuhan? Udah gak bisa gerak, ga jawab pula kalo ditanya…. Ngeselin gak sih. Tapi….ada sesuatu dari makhluk Allah yang satu ini yang layak untuk kita perhatikan.

“Dan apakah mereka tidak memperhatikan bumi, berapakah banyaknya kami tumbuhkan di bumi itu pelbagai macam tumbuh-tumbuhan yang baik?” (Qs As Syuraa: 7)

Tumbuhan memiliki banyak tugas yang diembannya. Ditugaskan oleh Allah buat kesejahteraan kita dan dunia. Baik kan? “…Pelbagai macam tumbuhan yang baik….”.

Apa aja yang Allah perintahkan buat tumbuhan?

Menjaga keseimbangan alam

(kalimat ini sudah bisa menjadi kesimpulan mengapa, salah satunya, tumbuhan diciptakan di bumi ini)

Dia (tumbuhan) memberikan makanan

= gantinya energi yang kita pake

Dia (tumbuhan) memberikan oksigen

=gantinya udara yang kita pake napas

Dia (tumbuhan) memberikan naungan (panas ke sejuk)

= ektrapolasi pergantian energi kita yang keluar (homeostasis universal)

Jika ada suatu yang A, maka pasti akan ada yang B

Jika ada jantan, maka pasti ada betina

Jika ada makhluk Allah yang heterotrof, pasti ada yang autotrof

Jika ada makhluk Allah yang bisa jalan-jalan, pasti ada yang bisanya diem doang

Jika ada makhluk Allah yang tumbuhnya terbatas, maka pasti ada yang tumbuhnya tanpa batas…

Semuanya berpasangan kan?

Seimbang?

Semua sudah terprogram

Yang Telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka Lihatlah berulang-ulang, Adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?” (Qs Al Mulk: 3)

Dan segala sesuatu kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah.” (Adz Zaariat: 39)

Mungkin baru itu aja yang bisa saya share, namanya juga prolog. Nanti akan ada postingan terbaru yang akan menceritakan tentang keunikan-keunikan dari tiap spesies tumbuhan yang tentunya penuh dengan keunikan tersendiri.

Gak usah cape-cape dateng ke kelas struktur tumbuhan, atau kelas fistum, atau penuh kesal dan amarah ikutan praktikum protum (ssstt…. tolong rahasiakan ini, hanya kita aja yang tau,,,,ok),kalo mau tau tentang tumbuhan. Cukup baca tulisan-tulisan all aboaut plant,di blog Al-Hayaat, yang insya Allah ga sering-sering amat terbitnya, karena harus gantian sama tulisan dari rekan yang lain. Semoga menjadi manfaat. =D

Kisah-Kisah dan Cerita

Oleh : Hida (Biologi 2006)

Bukan tempat yang pas

Seorang lelaki baru saja keluar dari rumahnya menuju pasar untuk membeli seekor keledai. Di tengah perjalanan, ia bertemu dengan seorang temannya yang bertanya kepadanya tentang arah tujuannya berjalan.

Ia pun menjawab, “Saya akan ke pasar untuk membeli seekor keledai.”

Temannya berkata lagi, “Ucapkanlah insya Allah (jika Allah menghendaki)!

Lelaki itu pun menjawab, “Bukan di sini tempat mengucapkan insya Allah. Uang untuk membeli keldai sudah ada di saku bajuku, keledai yang akan kubeli sudah ada di pasar. Jadi, rasanya tidak perlu saya mengucapkan insya Allah.”

Ketika sang lelaki melanjutkan perjalanannya ke pasar, tanpa diduga uang di saku bajunya dicuri oleh seseorang. Maka ia pun pulang ke rumahnya dalam keadaan sangat sedih.

Di tengah perjalanan, ia bertemu lagi dengan teman yang tadi menyapanya ketika ia berangkat ke pasar. Melihat temannya bersedih, teman lelaki itu pun bertanya, ”Apa yang terjadi sehingga membuatmua sedih?”

Sang lelaki itu pun menjawab, ”Uangku telah dicuri, insya Allah.”

Temannya menjawab, ”Bukan di situ tempatnya mengucapkan insya Allah.”

Diambil dari majalah Elfata edisi 12 vol. 8 2008

(Qoshashul ‘Arab, karya Ibrahim Syamsudin)

Gelisah karena banyak masalah?

Gelisah karena cinta tak berbalas?

Obati gelisah dan kecewamu dengan resep manjur ini!

Cinta Tak Kenal Gelisah

Gelisah dan khawatir kalau tidak lulus ujian nasional atau lulus suatu mata kuliah. Gelisah karena tak pernah dapat gebetan, alamat kelak susah jodoh. Gelisah karena tak bisa tampil oke dan keren seperti temen-temen yang ortunya tajir. Gelisah karena tak bisa komunikasi lancar dengan teman dan guru. Gelisah karena uang saku yang diberikan ortu tak pernah naik padahal semua kebutuhan sudah naik. Gelisah karena tampang diri cuma pas-pasan. Gelisah karena perbuatan baikmu dan sikap cintamu tak pernah berbekas dan berbalas. Seribu satu kegelisahan mungkin saja menyentuh hatimu. Segera usir rasa gelisahmu!

LURUSKAN IMAN

Saat kamu selalu gelisah, cobalah renungkan kembali keadaan jiwamu. Kamu akan menemukan bahwa ada hal yang kurang dalam keimananmu pada Allah. Kenapa? Apa hubungan antara kebenaran iman dengan kegelisahan? Baiklah, silakan buka Al-Quran surat An-Nahl ayat ke-97.

“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kam berikan kepadanya kehidupan yang baikdan sesungguhnya akan Kami berikan balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.”

Benar, seorang yang beriman tidak akan lepas dari yang namanya ujian, kedudukan, cemas dan segala yang tidak disukai oleh hati. Namun ia akan menjadi pribadi yang berbeda dari orang lain yang beriman. Rasa cemas, kacau, risau, dan cobaan akan selalu dihadapi dengan kelapangan dada oleh orang yang beriman. Mengapa bisa begitu? Ya, karena ia mengetahui makan kesabaran, pahala orang-orang yang sabar dan balasan yang akan ia terima dari Allah.

Sebaliknya, orang-orang yang belum beriman dengan benar , pasti akan menghadapi musibah dengan kepanikan, kecemasan, keputusasaan, keluh kesah, dan selalu gelisah. Akibatnya mengerikan. Orang seperti ini akan menderita, tegang , atau didera ketakutan yang hebat. Ia tak pernah mengharapkan pahala dari Allah. Demikian pula ia tak pernah takut pada siksa-Nya. Kadang ia mengatakan ”Sabar….Sabar….” Tapi apalah arti kesabaran baginya selain ungkapan keputusasaan, tak punya pengharapan dan tanpa keinginan pahala dari Allah.

Nah, saat kamu selalu gelisah, renungkan kembali apakah kamusudah memiliki sifat orang beriman yang paham makna kesabaran itu? Sangat luar biasa gambaran orang beriman seperti yang disampaikan Nabi Muhammmad S.A.W.

”Sungguh mempesona urusan orang yang beriman. Semua urusannya adalah baik. Dan hal itu tidak dimiliki oleh siapapun selain orang yang beriman. Jika mendapat kesenangan ia bersyukur, maka hal itu menjadi baik baginya. Dan jika dilanda kesusahan ia bersabar, maka hal itu menjadi baik baginya.”

Kamu selalu gelisah?Perbaiki keimanan dan hubunganmu pada Allah. Pelajari lagi rukun iman yang jumlahnya enam dengan benar. Kemudian kuatkan lagi keimanan itu dengan mentadabburi Al-Quran dan mempelajari sabda Nabi. Kamu akan semakin mengenal Allah dengan itu.

BERBUAT BAIK SAJA

”Aku memberinya susu, ia malah membalasku air tuba!” Kamu mungkin pernah memberikan kebaikan pada seseorang, namun ternyata orang yang kamu beri kebaikan dan cinta malah membalasmu dengan jahat dan tidak mau mengakui kebaikanmu. Kamu jadi kecewa. Memang terkadang hati kamu jadi sakit karena balasan kejelekan dari orang yang telah kamu beri kebaikan. Hatimu bisa dongkol, gelisah, susah, resah, dan geram, huuh…Makanya sejak awal pancangkan dengan kokoh, niat berbuat kebaikan untuk meraih ridho Allah saja. Bertekadlah untuk selalu berbuat baik kepada semua orang siapapun mereka- tanpa pamrih. Dan jangan pernah menunggu ucapan terima kasih dari siapapun. Praktekan saja yang diungkapkan hamba beriman di dalam Al-Quran.

”Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula ucapan terima kasih.” (Al Insan:9)

Tak penting orang lain mau membalas kebaikanmu atau tidak. Yang penting terus saja berbuat baik tanpa henti, demi mengharap ridha Allah. Percayalah, hatimu bakal jadi tenteram. Cinta yang indah tak kenal dengan gelisah.

Diambil dari majalah Elfata edisi 12 vol. 8 2008