Tumbuhan dalam Penghayatan

Oleh: Okta Noviantina (Biologi 2007)

Cendekiawan muslim, sering banget kita denger kata-kata yang satu ini, apa lagi pas lagi belajar sejarah Islam dan dunia. Tapi sayang banget, kalau terkadang pikiran kita terlalu sempit mengenai kata-kata yang satu ini (engga satu kata ding, tapi dua kata). Seperti yang pernah saya denger dari ucapan komandan saya (woalah tentara apa, punya komandan segala) kalau sebenarnya antara kata cendekiawan dan muslim itu adalah satu kesatuan yang tak terpisahkan (bener ga pak?). Kalo ngedenger kata cendekiawan muslim, jangan ujug-ujug ngebanyangnya orang-orang masa lampau ajah, tapi kita harus berpikir dinamis, kalau ternyata banyak koq muslim-muslim di era sekarang ini yang memberikan prestasi yang tarafnya internasional, mungkin salah satunya kita, yang suatu hari nanti akan menyusul. Amin,,Amin,,Amin! =p

Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertamanya:

Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan” (QS Al Alaq : 1)

“Bacalah…”. Tuh kan, Allah gak main-main. Kita diwajibin pinter sama Allah, ya caranya, salah satunya, dengan membaca (jadi ngerasa kesindir, akhir-akhir ini saya jarang baca). Ayat Allah itu terdiri dari ayat kauliyah, dan kauniyah. Jadi kita engga cuma melulu disuruh baca Al Qur’an aja dalam mencari jati diri dan makna kehidupan, tapi kita juga bisa mengamatinya dam mempelajarinya dari alam semestaNya. Jadi media searchingnya bisa lebih luas kan?!

“Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, Yang mengajar manusi dengan perantara kalam. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya” (QS Al Alaq: 3 – 5)

Eits, eits, ini cuma prolog dari tulisan saya kali ini lho, hanya sekedar memberikan dasar kenapa saya menulis tulisan ini. Karena, saya yang pada dasarnya mengaku sebagai seorang muslim, merasa berkewajiban membagi-bagikan apa yang saya tahu (terutama yang dari ayat kauniyah, kalau mentafsifkan ayat kauliyah, saya masih dalam pembelajaran tingkat awal, hehe….).

Saya ingin banyak bercerita mangenai “ Plant”. Heheh….

Ada yang langsung merinding begitu saya menyebutkan kata keramat ini?

Hayo ngaku aja deh…. gak bakal saya gigit kok.

Tenang aja, untuk yang satu ini mungkin sifatnya bisa Far’du kifayah.

Allahualam bisshawab.

Tumbuhan? Buat apa sih Allah nurunin tumbuhan? Udah gak bisa gerak, ga jawab pula kalo ditanya…. Ngeselin gak sih. Tapi….ada sesuatu dari makhluk Allah yang satu ini yang layak untuk kita perhatikan.

“Dan apakah mereka tidak memperhatikan bumi, berapakah banyaknya kami tumbuhkan di bumi itu pelbagai macam tumbuh-tumbuhan yang baik?” (Qs As Syuraa: 7)

Tumbuhan memiliki banyak tugas yang diembannya. Ditugaskan oleh Allah buat kesejahteraan kita dan dunia. Baik kan? “…Pelbagai macam tumbuhan yang baik….”.

Apa aja yang Allah perintahkan buat tumbuhan?

Menjaga keseimbangan alam

(kalimat ini sudah bisa menjadi kesimpulan mengapa, salah satunya, tumbuhan diciptakan di bumi ini)

Dia (tumbuhan) memberikan makanan

= gantinya energi yang kita pake

Dia (tumbuhan) memberikan oksigen

=gantinya udara yang kita pake napas

Dia (tumbuhan) memberikan naungan (panas ke sejuk)

= ektrapolasi pergantian energi kita yang keluar (homeostasis universal)

Jika ada suatu yang A, maka pasti akan ada yang B

Jika ada jantan, maka pasti ada betina

Jika ada makhluk Allah yang heterotrof, pasti ada yang autotrof

Jika ada makhluk Allah yang bisa jalan-jalan, pasti ada yang bisanya diem doang

Jika ada makhluk Allah yang tumbuhnya terbatas, maka pasti ada yang tumbuhnya tanpa batas…

Semuanya berpasangan kan?

Seimbang?

Semua sudah terprogram

Yang Telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka Lihatlah berulang-ulang, Adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?” (Qs Al Mulk: 3)

Dan segala sesuatu kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah.” (Adz Zaariat: 39)

Mungkin baru itu aja yang bisa saya share, namanya juga prolog. Nanti akan ada postingan terbaru yang akan menceritakan tentang keunikan-keunikan dari tiap spesies tumbuhan yang tentunya penuh dengan keunikan tersendiri.

Gak usah cape-cape dateng ke kelas struktur tumbuhan, atau kelas fistum, atau penuh kesal dan amarah ikutan praktikum protum (ssstt…. tolong rahasiakan ini, hanya kita aja yang tau,,,,ok),kalo mau tau tentang tumbuhan. Cukup baca tulisan-tulisan all aboaut plant,di blog Al-Hayaat, yang insya Allah ga sering-sering amat terbitnya, karena harus gantian sama tulisan dari rekan yang lain. Semoga menjadi manfaat. =D

One Response

  1. […] Artikel “Tumbuhan Dalam Penghayatan” Oleh Okta Noviantina […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: