Calon Kepala LDSITH Al-Hayaat

Menimbang :

  1. Bahwa akan diselenggarakan pergantian kepemimpinan LDSITH Al-Hayaat sebagai sebuah agenda terprogram.
  2. Bahwa dibutuhkan kepala LDSITH Al-Hayaat yang baru untuk menggantikan kepala LDSITH Al-Hayaat yang sedang aktif

Mengingat :

  1. Program dan rencana kerja kepengurusan LDSITH Al-Hayaat 2008/2009
  2. Hasil musyawarah angkatan pengurus aktif LDSITH Al-Hayaat pada tanggal 25 Mei 2009

Memutuskan :

Bahwa calon kepala LDSITH Al-Hayaat yang akan dipilih pada Muktamar Al-Hayaat tanggal 30 Mei 2009 adalah :

  1. Fawzi Rahmadiyan Zuhairi (10607052). Mahasiswa prodi Biologi, SITH, angkatan 2007.
  2. Angga Kusnan Qodafi (10407036). Mahasiswa prodi Mikrobiologi, SITH, angkatan 2007.
  3. Gibran Huzaifah Amsi El Farizy (10607006). Mahasiswa prodi Biologi, SITH, angkatan 2007.

Musyawarah pemilihan tanggal 30 Mei 2009. Sudah siapkah kita untuk memilih pemimpin terbaik bagi Al-Hayaat yang lebih baik? Jika belum, persiapkan! Persiapkan, kawan!

Katakanlah (Muhammad) : Inilah jalanku. Aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan yakin…”

(Q. S. Yusuf : 108)

Proses Penciptaan Manusia Menurut Islam dan IPTEK

Oleh : Ahliana Afifati (Biologi 2007)

Alhamdulillah nemu juga artikel keren..hehe. setelah dikompil2, diedit, dan ditambahkan pengetahuan yang afi tau,, jadilah notes ini. 🙂
semoga bermanfaat ya 🙂

Penciptaan manusia dan aspek-aspeknya itu ditegaskan dalam banyak ayat. Beberapa informasi di dalam ayat-ayat ini sedemikian rinci. Beberapa di antaranya sebagai berikut:

1. Manusia tidak diciptakan dari mani yang lengkap, tetapi dari sebagian kecilnya
(spermazoa).

2. Sel kelamin laki-lakilah yang menentukan jenis kelamin bayi.

3. Janin manusia melekat pada rahim sang ibu bagaikan lintah.

4. Manusia berkembang di tiga kawasan yang gelap di dalam rahim.

Penjelasan :

.Setetes Mani.
Sebelum proses fertilisasi (baca : pembuahan) terjadi, 250 juta sperma terpancar dari si laki-laki pada satu waktu dan menuju sel telur yang jumlahnya hanya satu setiap siklusnya (hanya satu loh :p ). Sperma-sperma melakukan perjalanan yang sulit di tubuh si ibu sampai menuju sel telur karena saluran reproduksi wanita yang berbelok2, kadar keasaman yang tidak sesuai dengan sperma, gerakan ‘menyapu’ dari dalam saluran reproduksi wanita,dan juga gaya gravitasi yang berlawanan (lihat? susah tauu sperma ketemu sel telur. makanya orang yang aborsi itu PARAH banget dosanya dan ga bersyukurnya!)

Nah,Hanya seribu dari 250 juta sperma yang berhasil mencapai sel telur. Sel telur, hanya akan membolehkan masuk SATU sperma saja (persaingan ketat, kawan :p). Setelah masuk dan terjadi fertilisasi pun,,belum tentu si zygot ini (bahasa biologinya : konseptus) menempel di tempat yang tepat di rahim. kemungkinan salahnya banyak loh. dan sekali salah, bisa berbahaya buat ibunya. Alhamdulillah kita masih normal dan mungkin mamah kita ga mengalami gangguan pada masalah itu, maka, bersyukurlah teman 🙂

Dari uraian di atas,,terlihat bahwa bahan manusia bukan mani seluruhnya, melainkan hanya sebagian kecil darinya.

Hal ini dijelaskan dalam Al-Qur’an :
“Apakah manusia mengira akan dibiarkan tak terurus? Bukankah ia hanya setitik mani yang dipancarkan?” (QS Al Qiyamah:36-37)

Seperti yang telah kita amati, Al-Qur’an memberi tahu kita bahwa manusia tidak terbuat dari mani selengkapnya, tetapi hanya bagian kecil darinya. manusia juga terbuat dari sel telur ibunya. Bahwa tekanan khusus dalam pernyataan ini mengumumkan suatu fakta yang baru ditemukan oleh ilmu pengetahuan modern itu merupakan bukti bahwa pernyataan tersebut berasal dari Ilahi.

.Segumpal Darah Yang Melekat di Rahim.

Ketika sperma dari laki-laki bergabung dengan sel telur wanita,terbentuk sebuah sel tunggal. Sel tunggal yang dikenal sebagai “zigot” dalam ilmu biologi ini akan segera berkembang biak dengan membelah diri hingga akhirnya menjadi “segumpal daging”. Tentu saja hal ini hanya dapat dilihat oleh manusia dengan bantuan mikroskop. dan jangan dikira prosesnya simpel dan mudah. prosesnya kompleks dan kritis, teman! di setiap proses pembelahannya, kalo sampe ada kesalahan kecil sedikiiit aja pas tahap2 tertentu,, fetus bisa mengalami kecacatan..

lanjut lagi, ya.
Tapi, zigot tersebut tidak melewatkan tahap pertumbuhannya begitu saja. Ia melekat pada dinding rahim seperti akar yang kokoh menancap di bumi dengan carangnya. Kenal istilah plasenta kan?? nah, tempat menempelnya embryo dengan rahim ibu itu disebut plasenta..
Melalui hubungan semacam ini, zigot mampu mendapatkan zat-zat penting dari tubuh sang ibu bagi pertumbuhannya (Moore, Keith L., E. Marshall Johnson, T. V. N. Persaud, Gerald C. Goeringer, Abdul-Majeed A. Zindani, and Mustafa A. Ahmed, 1992, Human Development as Described in the Qur’an and Sunnah, Makkah, Commission on Scientific Signs of the Qur’an and Sunnah, s. 36). jadi ungkapan anak adalah darah dan daging bapak ibunya itu sangat benar sekali. karena bener2 nempel di daging ibu, dan dapet darah dari ibu..

Di sini, pada bagian ini, satu keajaiban penting dari Al Qur’an terungkap. Saat merujuk pada zigot yang sedang tumbuh dalam rahim ibu, Allah menggunakan kata “‘alaq” dalam Al Qur’an:

“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari ‘alaq (segumpal darah). Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah.” (QS Al ‘Alaq:1-3)

Arti kata “‘alaq” dalam bahasa Arab adalah “sesuatu yang menempel pada suatu tempat”. Kata ini secara harfiah digunakan untuk menggambarkan lintah yang menempel pada tubuh untuk menghisap darah.

.Pembungkusan Tulang oleh Otot.

Sisi penting lain tentang informasi yang disebutkan dalam ayat-ayat Al Qur’an adalah tahap-tahap pembentukan manusia dalam rahim ibu. Disebutkan dalam ayat tersebut bahwa dalam rahim ibu, mulanya tulang-tulang terbentuk, dan selanjutnya terbentuklah otot yang membungkus tulang-tulang ini.

“Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang-belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik” (QS Al Mu’minun:14)

Embriologi adalah cabang ilmu yang mempelajari perkembangan embrio dalam rahim ibu. Hingga akhir-akhir ini, para ahli embriologi beranggapan bahwa tulang dan otot dalam embrio terbentuk secara bersamaan. Karenanya, sejak lama banyak orang yang menyatakan bahwa ayat ini bertentangan dengan ilmu pengetahuan. Namun, penelitian canggih dengan mikroskop yang dilakukan dengan menggunakan perkembangan teknologi baru telah mengungkap bahwa pernyataan Al Qur’an adalah benar kata demi katanya.

Penelitian di tingkat mikroskopis ini menunjukkan bahwa perkembangan dalam rahim ibu terjadi dengan cara persis seperti yang digambarkan dalam ayat tersebut. Pertama, jaringan tulang rawan embrio mulai mengeras. Kemudian sel-sel otot yang terpilih dari jaringan di sekitar tulang-tulang bergabung dan membungkus tulang-tulang ini.

Peristiwa ini digambarkan dalam sebuah terbitan ilmiah dengan kalimat berikut:

Dalam minggu ketujuh, rangka mulai tersebar ke seluruh tubuh dan tulang-tulang mencapai bentuknya yang kita kenal. Pada akhir minggu ketujuh dan selama minggu kedelapan, otot-otot menempati posisinya di sekeliling bentukan tulang. (Moore, Developing Human, 6. edition,1998.)

.Tiga Tahapan Bayi Dalam Rahim.

Dalam Al Qur’an dipaparkan bahwa manusia diciptakan melalui tiga tahapan dalam rahim ibunya.

“… Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan. Yang (berbuat) demikian itu adalah Allah, Tuhan kamu, Tuhan yang mempunyai kerajaan. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia; maka bagaimana kamu dapat dipalingkan?” (Al Qur’an, 39:6)

Sebagaimana yang akan dipahami, dalam ayat ini ditunjukkan bahwa seorang manusia diciptakan dalam tubuh ibunya dalam tiga tahapan yang berbeda. Sungguh, biologi modern telah mengungkap bahwa pembentukan embrio pada bayi terjadi dalam tiga tempat yang berbeda dalam rahim ibu. Sekarang, di semua buku pelajaran embriologi yang dipakai di berbagai fakultas kedokteran, hal ini dijadikan sebagai pengetahuan dasar. Misalnya, dalam buku Basic Human Embryology, sebuah buku referensi utama dalam bidang embriologi, fakta ini diuraikan sebagai berikut:

“Kehidupan dalam rahim memiliki tiga tahapan: pre-embrionik; dua setengah minggu pertama, embrionik; sampai akhir minggu ke delapan, dan janin; dari minggu ke delapan sampai kelahiran.” (Williams P., Basic Human Embryology, 3. edition, 1984, s. 64.)

Fase-fase ini mengacu pada tahap-tahap yang berbeda dari perkembangan seorang bayi. Ringkasnya, ciri-ciri tahap perkembangan bayi dalam rahim adalah sebagaimana berikut:

– Tahap Pre-embrionik

Pada tahap pertama, zigot tumbuh membesar melalui pembelahan sel, dan terbentuklah segumpalan sel yang kemudian membenamkan diri pada dinding rahim. Seiring pertumbuhan zigot yang semakin membesar, sel-sel penyusunnya pun mengatur diri mereka sendiri guna membentuk tiga lapisan (bahasa biologinya disebut lapisan lembaga ektoderm, mesoderm, endoderm :p)

– Tahap Embrionik

Tahap kedua ini berlangsung selama lima setengah minggu. Pada masa ini bayi disebut sebagai “embrio”. Pada tahap ini, organ dan sistem tubuh bayi mulai terbentuk dari lapisan- lapisan sel tersebut. pada tahap ini juga terjadi pembentukan organ2 tubuh. dan pengaturan posisi, sumbu tubuh, dan pembentukan tubuh. pernah nyadar ga kalo kita, manusia itu, sebelum tahap ini adalah sebuah KEPING ! jadi ga keping lagi ya karena adanya tahap2 ini.. 🙂

– Tahap fetus

Dimulai dari tahap ini dan seterusnya, bayi disebut sebagai “fetus”. Tahap ini dimulai sejak kehamilan bulan kedelapan dan berakhir hingga masa kelahiran. Ciri khusus tahapan ini adalah terlihatnya fetus menyerupai manusia, dengan wajah, kedua tangan dan kakinya. Meskipun pada awalnya memiliki panjang 3 cm, kesemua organnya telah nampak. Tahap ini berlangsung selama kurang lebih 30 minggu, dan perkembangan berlanjut hingga minggu kelahiran.

.Yang Menentukan Jenis Kelamin Bayi.

“Dialah yang menciptakan berpasang-pasangan pria dan wanita, dari air mani, apabila dipancarkan.” (QS An Najm:45-46)

Cabang-cabang ilmu pengetahuan yang berkembang seperti genetika dan biologi molekuler telah membenarkan secara ilmiah ketepatan informasi yang diberikan Al Qur’an ini. Kini diketahui bahwa jenis kelamin ditentukan oleh sel-sel sperma dari tubuh pria, dan bahwa wanita tidak berperan dalam proses penentuan jenis kelamin ini.

Kromosom adalah unsur utama dalam penentuan jenis kelamin. Dua dari 46 kromosom yang menentukan bentuk seorang manusia diketahui sebagai kromosom kelamin. Dua kromosom ini disebut “XY” pada pria, dan “XX” pada wanita. Penamaan ini didasarkan pada bentuk kromosom tersebut yang menyerupai bentuk huruf-huruf ini. Kromosom Y membawa gen-gen yang mengkode sifat-sifat kelelakian, sedangkan kromosom X membawa gen-gen yang mengkode sifat-sifat kewanitaan.

Pembentukan seorang manusia baru berawal dari penggabungan silang salah satu dari kromosom ini, yang pada pria dan wanita ada dalam keadaan berpasangan. Pada wanita, kedua bagian sel kelamin, yang membelah menjadi dua selama peristiwa ovulasi, membawa kromosom X. Sebaliknya, sel kelamin seorang pria menghasilkan dua sel sperma yang berbeda, satu berisi kromosom X, dan yang lainnya berisi kromosom Y. Jika satu sel telur berkromosom X dari wanita ini bergabung dengan sperma yang membawa kromosom Y, maka bayi yang akan lahir berjenis kelamin pria.

Dengan kata lain, jenis kelamin bayi ditentukan oleh jenis kromosom mana dari pria yang bergabung dengan sel telur wanita.

.Saripati Tanah dalam Campuran Air Mani.

Cairan yang disebut mani tidak mengandung sperma saja. Cairan ini justru tersusun dari campuran berbagai cairan yang berlainan. Cairan-cairan ini mempunyai fungsi-fungsi semisal mengandung gula yang diperlukan untuk menyediakan energi bagi sperma, menetralkan asam di pintu masuk rahim, dan melicinkan lingkungan agar memudahkan pergerakan sperma.

Yang cukup menarik, ketika mani disinggung di Al-Qur’an, fakta ini, yang ditemukan oleh ilmu pengetahuan modern, juga menunjukkan bahwa mani itu ditetapkan sebagai cairan campuran:

“Sungguh, Kami ciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur, lalu Kami beri dia (anugerah) pendengaran dan penglihatan.” (Al Qur’an, 76:2)

Di ayat lain, mani lagi-lagi disebut sebagai campuran dan ditekankan bahwa manusia diciptakan dari “bahan campuran” ini:

“Dialah Yang menciptakan segalanya dengan sebaik-baiknya, Dia mulai menciptakan manusia dari tanah liat. Kemudian Ia menjadikan keturunannya dari sari air yang hina.” (Al Qur’an, 32:7-8)

Kata Arab “sulala”, yang diterjemahkan sebagai “sari”, berarti bagian yang mendasar atau terbaik dari sesuatu. Dengan kata lain, ini berarti “bagian dari suatu kesatuan”. Ini menunjukkan bahwa Al Qur’an merupakan firman dari Yang Berkehendak Yang mengetahui penciptaan manusia hingga serinci-rincinya. Yang Berkehendak ini ialah Pencipta manusia.

Ini yang Terbaik

Oleh : Gita Dwi Lestari (Biologi 2006)

Bismillahirrohmanirrohim,,

Kekuasaan Allah Yang Maha Menghendakilah atas segala yang terjadi pada setiap diri. Sebaik atau seburuk apapun keadaan yang terjadi pada kehidupan kita, itu hanyalah suatu persepsi yang dimunculkan oleh pikiran. Setiap kejadian terjadi atas ijin-Nya untuk suatu alasan-Nya. Keluhan tak akan membuat keadaan lebih baik. Bisa jadi sesuatu yang tidak kita sukai adalah ketetapan yang Allah pilihkan untuk kita. Bukankah hikmah dibaliknya yang lebih baik, maka tidak ada alasan lain untuk tidak meminta petunjuk-Nya atas hikmah untuk semua kejadian tersebut. Kadangkala ujian membuat kabur akan maksud sebenarnya.

‘Orang yang bersabar menghadapi ujian, menerima semua ketentuan Allah dan bersabar atas semua kesulitan, maka Allah akan menampakkan kebaikannya. Tujuannya, agar selanjutnya ia bisa memahami kemaslahatan yang tersembunyi di balik itu.’ (dikutip dari La Tahzan)

Karena setap urusan berasal dari-Nya dan kembali pada-Nya, maka tak ada pilihan lain dalam menjalani hidup ini selain ikhlas atas ketetapan-Nya dan cukuplah Allah sebagai Penolong.

Tak jarang hati ini gusar saat sesuatu berjalan tak sesuai dengan harapan, maka carilah ketenangan bersama Rabb.

“Ingatlah hanya dengan mengingat Allah hatimu akan tentram”

Pintu hikmah akan terbuka saat prasangka baik tertuju pada Allah.

“Aku sesuai dengan prasangka hamba-Ku kepada-Ku maka berprasangkalah ia kepada-Ku sesukanya.”

Saat ketukan itu tidak cukup kuat untuk membuka pintu-Nya, Allah mempunyai jawabannya untuk waktu yang tepat. Bersabar adalah sikap yang diutamakan..

“Sesungguhnya, hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas”. (Az-Zumar:10)

Muhasabah diri atas apa yang telah terlewati pun menjadi hal yang patut dilakukan.

Dari Ma’qal ibn Yasar, Rasulullah saw bersabda,’ Rabb kalian Yang MahaSuci lagi MahaTinggi  berfirman,”Wahai anak Adam, luangkanlah waktumu untuk beribadah kepada-Ku, niscaya Aku akan isi hatimu dengan rasa kaya dan akan Aku penuhi tanganmu dengan rezeki. Wahai anak Adam, janganlah kalian menajuhi Aku, hingga Aku isi hatimu dengan kefakiran dan Aku penuhi tanganmu dengan kesibukan.’

Astagfirullohal’adzim, barangkali kesibukan yang selama ini meliputi kita akibat kealpaan diri ini mendekat pada-Nya.

YaAllah Yang Maha Membukakan, Bukakanlah Hikmah sebesar-besarnya atas semua yang tejadi dalam kehidupan kami. Engkaulah sebaik-baik tempat Bergantung, Engkaulah Yang Maha Mengetahui Yang Gaib, Engkaulah Yang Maha Pengasih lagi Penyayang, maka janganlah pernah Kau Tinggalkan kami YaAllah..

THE NEXT LEADER OF LDSITH AL-HAYAAT

Pada hakikatnya, manusia memiliki identitas kepemimpinan. Sejak ia terlahir, menangis, merangkak, berjalan, jatuh, dan berdiri, kepemimpinan yang berlandaskan atas responsibilitas telah melekat secara erat pada diri setiap manusia. Yah, minimal kan kepemimpinan atau tanggung jawab kepemimpinan kepada diri sendiri.

Dalam konteks organisasi atau jama’ah, figur kepemimpinan bukanlah pilihan, melainkan sebuah kewajiban. Perjalanan yang dilakukan oleh 3 orang saja perlu dipilih seorang pemimpin, apalagi sekumpulan orang yang memiliki ide besar untuk tujuan yang besar? Tentunya diperlukan seorang pemimpin yang bisa memfasilitasi setiap gagasan untuk mengkombinasikannya dalam sebuah gerakan kolektif-progresif-harmonis dalam proses pencapaian visi bersama.

Dan, kawan, kepemimpinan adalah proses : memiliki alur, transformasi, dan regenerasi. Bagian ini adalah momentum dimana pemimpin harus siap untuk digantikan, dan calon pemimpin selanjutnya harus siap untuk menggantikan. Maka, di sinilah seni kepemimpinan terjadi: untuk siap dan disiapkan; untuk saling mempersiapkan, menuju satu profil yang terbaik.

Al-Hayaat, Lembaga Dakwah SITH, yang kita cintai itu, akan segera menempuh proses perguliran kepemimpinan, ketika tongkat estafet amanah yang berat diberikan dari pelari lama ke pelari yang baru. Kepemimpinan Al-Hayaat akan segera berganti kawan; pemimpin baru Al-Hayaat akan segera naik ke podiumnya.

Relakah kalian Pai digantikan? (Enggaaaaakk :D)

Relakah kalian pemimpin baru itu terpilih?

Siapakah pemimpin baru itu?

Bagaimana pemimpin baru itu bisa terpilih?

Apakah yang akan dilakukan Pain kepada Naruto? (Lho, kok ngaco?)

Dan literatur akan mencatat dengan jelas, bahwa nanti, Sabtu 30 Mei 2009, akan ada sebuah momen yang (bisa saja) menyejarah, tentang bergantinya Kepala Lembaga Dakwah SITH Al-Hayaat. Bahwa pada hari itu, akan lahir seseorang yang akan memimpin kecemerlangan dakwah di SITH.

Saksikan kawan! Saksikan!

“Dan kami telah menjadikan mereka itu sebagai pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami…” (Q. S. Al-Anbiyaa : 72)

:: UNTUK SITH YANG BERCAHAYA ::

Burung-burung Bandung

Oleh : Arni Rahmawati (Biologi 2007)

Assalaamualaikum Wr.Wb.

Pada masih inget cerita Nabi Sulaiman, kan? Masih inget juga, gak sama salah satu binatang yang ikut berperan di dalam cerita itu?

Yup! Kalo ada yang ngejawab burung hud, jawabannya tepat banget!!!

Dan inilah tema kita kali ini. Burung Bandung dan Bird Watcher-nya.

Burung adalah semua binatang yang termasuk ke dalam kelas aves. Sebagian besar anggotanya memiliki kemampuan terbang akibat spesialisasi forelimb-nya menjadi struktur sayap. Namun, kemampuan terbang dari setiap anggota kelas ini tentu berbeda-beda. Contoh: penguin tidak bisa terbang, namun bisa berenang. Hal ini berkaitan dengan perbedaan perkembangan struktur pendukung lainnya, seperti kekuatan otot (jantung), kondisi paru-paru dan bentuk aerodinamis tubuh. Sebagai faktor eksternal, lingkungan yang menjadi habitat bagi setiap spesies juga bisa memberi pengaruh, karena lingkungan bisa men-trigger adaptasi dari spesies tersebut.

Jenis-jenis burung begitu bervariasi, mulai dari burung kolibri yang kecil mungil hingga burung unta, yang lebih tinggi dari orang. Diperkirakan terdapat sekitar 8.800 – 10.200 spesies burung di seluruh dunia; sekitar 1.500 jenis di antaranya ditemukan di Indonesia.

Berdasarkan persebaran dan habitatnya, burung bisa dibedakan menjadi 4 kelompok besar sebagai berikut.

  1. Burung pantai dan pesisir (pantai, hutan mangrove, hutan pesisir, dll).
  2. Burung hutan dataran rendah
  3. Burung hutan dataran tinggi dan pegunungan
  4. Burung daerah terganggu (desa, kota, taman, kebun)

Nah … Bandung, kota kita tercinta ini, termasuk ke dalam wilayah dataran tinggi dan pegunungan. Jadi, kalau kita mengamati burung di wilayah hutan di sekitar Bandung, seharusnya burung dari kelompok ketigalah yang ada di wilayah tersebut. Namun, karena wilayah di sekitar Bandung lebih banyak merupakan wilayah terganggu, maka burung kelompok empatlah yang biasanya lebih banyak kita temukan.

Berikut adalah beberapa jenis burung yang biasa terdapat di Kota Bandung dan sekitarnya.

  1. Pipit (Lonchura leucogastroides)
  2. Kacamata biasa (Zosterops palpebrosus)
  3. Burung Madu Kuning (Nectarinia jugularis)
  4. Betet (Psittacula alexandri)
  5. Cabe jawa (Dicaeum trochileum)
  6. Gelatik batu (Parus major)
  7. Tekukur (Streptopelia chinensis)
  8. Kutilang (Pycnonotus aurigaster)
  9. Walet sapi (Collocalia esculenta)
  10. Caladi tilik (Piccoides moluccensis)
  11. Cinenen kelabu (Orthotomus ruficeps)
  12. Wiwik kelabu (Cacomantis merulinus)
  13. Kerak kerbau (Acridotheres javanicus)
  14. Ungkut-ungkut (Megalaima haemacephala)
  15. Caladi ulam (Dendrocopus macei)
  16. Serindit jawa (Loriculus pusillus)
  17. Cinenen pisang (Orthotomus sutorius)
  18. Wiwik Incuing
  19. Burung Gereja Eurasia (Passer montanus)
  20. Puyuh batu (Turnix suscitator)
  21. Koak (Nycticorax nycticorax)
  22. Kerak ungu (Acridotheres tristis)
  23. Punai pengantin (Treron sp.1)
  24. Punai lenguak (Treron sp.2)
  25. Merpati batu (Columba livia)
  26. Dll.

Bagi peminat bird watching, terdapat beberapa hal yang harus selalu diperhatikan selama mengamati burung.

  1. Tidak memakai pakaian dengan warna mencolok. Burung memiliki sensitivitas yang tinggi terhadap rangsang visual. Burung dengan mudah akan menghindar jika melihat objek dengan warna mencolok. Karena itu, usahakan untuk selalu memakai pakaian dengan warna gelap (hitam, hijau tua, dll) selama pengamatan.
  2. Tidak ribut. Burung juga sensitif terhadap suara. Meskipun burung yang diamati termasuk ke dalam kelompok burung daerah terganggu, ribut selama pengamatan tetap merupakan metode ampuh dalam mengusir burung. Karena itu, keep silent is the best.
  3. Jaga jarak. Amati dari jarak yang cukup dekat untuk bisa mengamati burung dengan optimum. Namun, tetap jaga jarak dalam kisaran aman, sehingga burung tidak merasa terganggu.
  4. Bawa alat pendukung seperlunya. Usahakan untuk membawa binokuler ataupun monokuler. Alat tersebut akan sangat membantu untuk mengamati burung yang berada dalam jarak pandang cukup jauh. Selain itu, penggunaan kamera beserta lensa tele juga akan sangat membantu untuk dokumentasi hasil pengamatan. Perlengkapan lain yang bisa dipakai adalah note dan alat tulis lain untuk mencatat. Tapi jangan terlalu banyak membawa barang karena akan membebani kita selama pengamatan.
  5. Lainnya: coba tanya bird watcher di sekitar kamu. Di Bandung ini, kamu bisa menghubungi komunitas bird watche seperti Bicons dan KPB yang ada di SITH-ITB.

Hidup Burung!!!

Wassalam

Satu Kisah Fatimah

Oleh : Dewi Raihanasyah (Biologi 2007)

Assalamu’alaikum wr.wb.

Teman2 ku seperjuangan dalam syiar kampus kita di SITH…. Berikut ada suatu teladan yang subhanallah sekali, yaitu sedikit cerita tentang kemuliaan Fatimah Az-Zahra à orang yang paling dicintai Rasullullah SAW. Semoga bisa menjadi renungan kita bersama dan meneladani akhlaknya yang indah, Sehingga kita bisa masuk dalam daftar orang-orang yang dicintai Rasulullah Saw…. Amin…..

Pada suatu hari di Madinah, ketika Nabi Muhammad berada di masjid sedang dikelilingi para sahabat, tiba-tiba anaknya tercinta Fatima, yang telah menikah dengan Ali –prajurit umat Islam yang terkenal– datang pada Nabi. Dia meminta dengan sangat kepada ayah nya untuk dapat meminjam seorang pelayan yang dapat membantunya dalam melaksanakan tugas pekerjaan rumah. Dengan tubuhnya yang ceking dan kesehatannya yang buruk, dia tidak dapat melaksanakan tugas menggiling jagung dan mengambil air dari sumur yang jauh letaknya, di samping juga harus merawat anak-anaknya.

Nabi tampak terharu mendengar permohonan si anak, tapi sementara itu juga Beliau menjadi agak gugup. Tetapi dengan menekan perasaan, Beliau berkata kepada sang anak dengan sinis, “Anakku tersayang, aku tak dapat meluangkan seorang pun di antara mereka ya ng terlibat dalam pengabdian ‘Ashab-e Suffa. Sudah semestinya kau dapat menanggung segala hal yang berat di dunia ini, agar kau mendapat pahalanya di akhirat nanti.” Anak itu mengundurkan diri dengan rasa yang amat puas karena jawaban Nabi, dan selanjutnya tidak pernah lagi mencari pelay an selama hidupnya.

Fatima Az-Zahra si cantik dilahirkan delapan tahun sebelum Hijrah di Mekkah dari Khadijah, istri Nabi yang pertama. Fatima ialah anak yang keempat, sedang yang lainnya: Zainab, Ruqaya, dan Ummi Kalsum. Fatima dibesarkan di bawah asuhan ayahnya, guru dan dermawan yang terbesar bagi umat manusia. Tidak seperti anak-anak lainnya, Fatima mempunyai pembawaan yang tenang dan perangai yang agak melankolis. Badannya yang lemah, dan kesahatannya yang buruk men yebabkan ia terpisah dari kumpulan dan permainan anak-anak. Ajaran, bimbingan, dan aspirasi ayahnya yag agung itu membawanya menjadi wanita berbudi tinggi, ramah-tamah, simpatik, dan tahu mana yang benar.

Fatima, yang sangat mirip dengan ayahnya, baik roman muka maupun dalam hal kebiasaan yang saleh, adalah seorang anak perempuan yang paling diayang ayahnya dan sangat berbakti terhadap Nabi setelah ibunya meninggal dunia. Dengan demikian, dialan yang sang at besar jasanya mengisi kekosongan yang ditinggalkan ibunya.

Pada beberapa kesempatan Nabi Muhammad SAW menunjukkan rasa sayang yang amat besar kepada Fatima. Suatu saat Beliau berkata, “O… Fatima, Allah tidak suka orang yang membuat kau tidak senang, dan Allah akan senang orang yang kau senangi.”

Juga Nabi dikabarkan telah berucap: “Fatima itu anak saya, siapa yang membuatnya sedih, berarti membuat aku juga menjadi sedih, dan siapa yang menyenangkannya, berarti menyenangkan aku juga.”

Aisyah, istri Nabi tercinta pernah berkata, “Saya tidak pernah berjumpa dengan sosok probadi yang lebih besar daripada Fatima, kecuali kepribadian ayahnya.”

Atas suatu pertanyaan, Aisyah menjawab, “Fatima-lah yang paling disayang oleh Nabi.”

Abu Bakar dan Umar keduanya berusaha agar dapat menikah denga Fatima, tapi Nabi diam saja. Ali yang telah dibesarkan oleh Nabi sendiri, seorang laki-laki yang padanya tergabung berbagai kebajikan yang langka, bersifat kesatria dan penuh keberanian, kesal ehan, dan kecerdasan, merasa ragu-ragu mencari jalan untuk dapat meminang Fatima. Karena dirinya begitu miskin. Tetapi akhirnya ia memberanikan diri meminang Fatima, dan langsung diterima oleh Nabi. Ali menjual kwiras (pelindung dada dari kulit) milikn ya yang bagus. Kwiras ini dimenangkannya pada waktu Perang Badar. Ia menerima 400 dirham sebagai hasil penjualan, dan dengan uang itu ia mempersiapkan upacara pernikahannya. Upacara yang amat sederhana. Agaknya, maksud utama yang mendasari perayaan it u dengan kesederhanaa, ialah untuk mencontohkan kepada para Musllim dan Musllimah perlunya merayakan pernikahan tapa jor-joran dan serba pamer.

fatima hampir berumur delapan belas tahun ketika menikah dengan Ali. Sebagai mahar dari ayahnya yang terkenal itu, ia memperoleh sebuah tempat air dari kulit, sebuah kendi dari tanah, sehelai tikar, dan sebuah batu gilingan jagung.

Kepada putrinya Nabi berkata, “Anakku, aku telah menikahkanmu dengan laki laki yang kepercayaannya lebih kuat dan lebih tinggi daripada yang lainnya, dan seorang yang menonjol dalam hal moral dan kebijaksanaan.”

Kehidupan perkawinan Fatima berjalan lanjcar dalam bentuknya yang sangat sederhana, gigih, dan tidak mengenal lelah. Ali bekerja keras tiap hari untuk mendapatkan nafkah, sedangkan istrinya bersikap rajin, hemat, dan berbakti. Fatima di rumah melaksanak an tugas-tugas rumah tangga; seperti menggiling jagung dan mengambil air dari sumur. Pasangan suami-istri ini terkenal saleh dan dermawan. Mereka tidak pernah membiarkan pengemis melangkah pintunya tanpa memberikan apa saja yang mereka punyai, meskipun mereka sendiri masih lapar. Sifat penuh perikemanusiaan dan murah hati yang terlekat pada keluarga Nabi tidak banyak tandingannya. Di dalam catatan sejarah manusia, Fatima Zahra terkenal karena kemurahan hatinya.

Pada suatu waktu, seorang dari suku bani Salim yang terkenal kampiun dalam praktek sihir datang kepada Nabi, melontarkan kata-kata makian. Tetapi Nabi menjawab dengan lemah-lembut. Ahli sihir itu begitu heran menghadapi sikap luar biasa ini, hingga ia m emeluk agama Islam. Nabi lalu bertanya: “Apakah Anda berbekal makanan?” Jawab orang itu: “Tidak.” Maka, Nabi menanyai Muslimin yang hadir di situ: “Adakah orang yang mau menghadiahkan seekor unta tamu kita ini?” Mu’ad ibn Ibada menghadiahkan seekor unta. Nabi sangat berkenan hati dan melanjutkan: “Barangkali ada orang yang bisa memberikan selembar kain u ntuk penutup kepala saudara seagama Islam?” Kepala orang itu tidak memaki tutup sama sekali. Sayyidina Ali langsung melepas serbannya dan menaruh di a tas kepala orang itu. Kemudian Nabi minta kepada Salman untuk membawa orang itu ke tempat seseorang saudara seagama Islam yang dapat memberinya makan, karena dia lapar.

Salman membawa orang yang baru masuk Islam itu mengunjungi beberapa rumah, tetapi tidak seorang pun yang dapat memberinya makan, kearna waktu itu bukan waktu orang makan.

Akhirnya Salman pergi ke rumah Fatima, dan setelah mengetuk pintu, Salman memberi tahu maksud kunjungannya. Dengan air mata berlinang, putri Nabi ini mengatakan bahwa di rumahnya tidak ada makanan sejak sudah tiga hari yang lalu. Namun putri Nabi itu en ggan menolak seorang tamu, dan tuturnya: “Saya tidak dapat menolak seorang tamu yang lapar tanpa memberinya makan sampai kenyang.”

Fatima lalu melepas kain kerudungnya, lalu memberikannya kepada Slaman, dengan permintaan agar Salman membawanya barang itu ke Shamoon, seorang Yahudi, untuk ditukar dengan jagung. Salman dan orang yang baru saja memeluk agama Islam itu sangat terharu. Dan orang Yahudi itu pun sangat terkesan atas kemurahan hati putri Nabi, dan ia juga memeluk agama Islam dengan menyatakan bahwa Taurat telah memberitahukan kepada golongannya tentang berita akan lahirnya sebuah keluarga yang amat berbudi luhur.

Salman balik ke rumah Fatima dengan membawa jagung. Dan dengan tangannya sendiri, Fatima menggiling jagung itu, dan membakarnya menjadi roti. Salman menyarankan agar Fatima menyisihkan beberapa buath roti intuk anak-anaknya yang kelaparan, tapi dijawab bahwa dirinya tidak berhak untuk berbuat demikian, karena ia telah memberikan kain kerudungnya uitu untuk kepentinga Allah.

Fatima dianugerahi lima orang anak, tiga putra: Hasan, Husein, dan Muhsin, dan dua putri: Zainab dan Umi Kalsum. Hasan lahir pada tahun kegia dan Husein pada tahun keempat Hijrah. Muhsin meninggal dunia waktu masih kecil.

Fatima merawat luka Nabi sepulangnya dari Perang Uhud. Fatima juga ikut bersama Nabi ketika merebut Mekkah, begitu juga ia ikut ketika Nabi melaksanakan ibadah Haji Waqad, apda akhir tahun 11 Hijrah.

Dalam perjalanan haji terakhir ini Nabi jatuh sakit. Fatima tetap mendampingi beliau di sisi tempat tidur. Ketika itu Nabi membisikkan sesuatu ke kuping Fatima yang membuat Fatima menangis, dan kemudian Nabi membisikkan sesuatu lagi yang membuat Fatima tersenyum. Setelah nabi wafat, Fatima menceritakan kejadian itu kepada Aisyah. Ayahnya membisikkan bertia kematianya, itulah yang menyebabkan Fatima menangis, tapi waktu Nabi mengatakan bahwa Fatima-lah orang pertama yang akan berkumpul dengannya di ala m baka, maka fatima menjadi bahagia.

Tidak lama setelah Nabi wafat, Fatima meninggal dunia, dalam tahun itu juga, eman bulan setelah nabi wafat. Waktu itu Fatima berumur 28 tahun dan dimakamkan oleh Ali di Jaat ul Baqih (Medina), diantar dengan dukacita masyarakat luas.
Fatima telah menjadi simbol segala yang suci dalam diri wanita, dan pada konsepsi manusa yang paling mulia. Nabi sendiri menyatakan bahwa Fatima akan menjadi “Ratu segenap wanita yang berada di Surga.”

MALIK BIN DINAR

Oleh : Okta Noviantina (Biologi 2007)

MALIK BIN DINAR, seorang sufi asal Persia , meninggalkan kisa pertobatan yang menggugah. Bertampang keren dengan harta yang melimpah, Malik masih juga punya angan untuk diangkat menjadi takmir masjid agung yang baru dibangun Mu’awiyah di Damaskus. Maka rajinlah ia pergi ke mesjid itu. Di salah satu pojoknya, ia bentangkan sajadah dan selama setahun terus-menerus beribadah seraya berharap agar setiap orang yang melihatnya tersentuh.

“Alangkah munafiknya engkau ini” bisik hatinya. Setelah setahun berlalu, bila malam datang, ia keluar dari mesjid itu dan pergi bersenang-senang. Pada suatu malam., di tengah-tengah keasyikannya bermain musik, tiba-tiba dari kecapi yang dimainkannya seperti terdengar suara: “Malik, mengapalah engkau belum juga bertobat?” Hatinya bergetar, kecapi dilemparkannya dan ia bergegas ke mesjid.

Selama setahun penuh aku berpura-pura mengembah Allah,”kata fajar budinya. “Bukankah lebih baik jika Kusembah Allah dengan sepenuh hati? Alangkah hinanya beribadah sekedar untuk kedudukan. Bila orang hendak mengangkatku sebagai takmir mesjid, aku tak mau menerimanya” Untuk pertama kalinya malam itu ia shalat dengan khusuk dan ikhlas.

Keesok harinya, orang-orang yang berkumpul di masjid seperti baru tersadar, “Hai, lihatlah dinding masjid telah retak-retak.Kita harus mengangkat seorang pengawas untuk memperbaikinya.” Mereka bersepakat, Malik lah orang yang tepat. Menungguinya hingga usai shalat, mereka lantas berkata: “Kami memohon kepadamu, sudilah menerima pengangkatan kami.”

“ya Allah,” seru Malik, “setahun penuh aku menyembahmu secara munafik dan tak seorangpun memandangku. Kini, seterah kuserahkan jiwaku pada-Mu dan bertekad tak akan menerima jabatan itu, Engkau menyuruh dua puluh orang menghadapku untuk mengalungkan tugas itu ke leherku. Demi kebesaran-Mu, aku tak menginginkan pengangkatan atas diriku.”