Kiamat 2012?

Oleh : Erlambang Aji (Mikrobiologi 2008)

Akan terjadi kiamat di tahun 2012! Banyak sekali artikel bebas yang berkeliaran di dunia maya mengenai isu yang beredar ini. Baik ramalan maupun sains menjadi argumen yang digunakan sebagai dasar dari pernyataan ini. Benarkah? Pada kesempatan kali ini saya akan membeberkan info yang berhasil saya dapatkan setelah berkeliaran di dunia maya.

Banyak buku-buku dari berbagai penerbit besar Indonesia yang mengambil topik KIAMAT 2012. Saya sempat baca sedikit mengenai ulasan buku tersebut. Dimulai dari berbagai teori yang menyatakan akan datang bencana besar yang memusnahkan peradaban manusia. Berikut adalah berbagai ramalan skenario yang muncul :

1. Global Warming

    Hal ini didasarkan dengan semakin naiknya temperatur global. Selain itu, es di kutub semakin banyak yang hilang yang mengakibatkan naiknya permukaan air laut. Puncak dari global warming ini diperkirakan akan terjadi di akhir tahun 2012. Berdasarkan ramalan suku Maya, akan terjadi bencana air yang mengakibatkan 90% populasi dunia musnah. Waw! Yakinkah?

    2. Munculnya Mini Black Hole

      CERN yang merupakan badan penelitian nuklir di Eropa berhasil menciptakan penumbuk atom raksasa yang dapat menciptakan partikel mikroskopik penghisap seluruh materi. Partikel ini ditakutkan akan semakin membesar dan menghisap seluruh materi yang ada di dunia ini.

      3. Solar Storm

        Perilaku matahari yang semakin tidak normal selama 3 tahun belakangan ini diduga akan memancarkan badai proton terbesar yang terjadi pada tahun 2012. Hal ini salah satu penyebab naiknya temperatur dunia.

        4. Virus Pembunuh

          Semakin merajanya mutasi dari berbagai virus yang menyebabkan banyaknya korban seperti dalam kasus flu burung akan semakin dasyat. Hal ini dikarenakan virus ini dapat ditularkan dari manusia ke manusia. Hal ini menjadi salah satu pemusnah masal yang akan terus berkembang.

          5. Perubahan Kutub Magnet

            Pergeseran kutub utara bumi semakin signifikan dan mengakibatkan terjadinya perubahan kutub. Siklus ini berlangsung dalam waktu puluh ribuan tahun. Dan penunjuk arah kompas saat ini sudah tidak menunjukan arah yang sama dengan beberapa puluh tahun silam. Jika terus berlanjut, mungkinkah matahari tebit dari barat kelak?

            6. Supervulcan

              Supervulcan yang terjadi di Danau Toba merupakan penutup siklus bumi sebelum ini. Letusan ini mengakibatkan bertebarannya abu vulkanik yang menutupi seluruh permukaan bumi. Hal ini menyebabkan terjadinya global cooling yang membuat kita kembali ke zaman es. Sumber supervulcan yang diamati oleh satellite sudah mulai memunculkan tanda-tanda keaktifan yang cukup merisaukan.

              Ternyata banyak bencana yang diperkirakan akan datang di abad ke-21 ini. Tapi benarkah hal ini menyebabkan akhir dari kehidupan di dunia? Kiamat dimana kita akan diputuskan masuk ke surge atau neraka? Sekarang mari kita tinjau dari sisi agama. Lanjut gan!

              Benarkah akan terjadi kiamat di tahun 2012 ini? Kita lihat dalil (QS. Al A’raf: 187) Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: “Kapan terjadinya?” Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Rabbku; tidak seorang pun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba”. Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang hari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” Jadi, berhakah manusia mengatakan kiamat akan datang di tahun 2012? Nah loh…. Hal ini berarti menentang pernyataan diatas kalau begitu? Ada lagi dalil (QS. Al Ahzab: 63) Manusia bertanya kepadamu tentang hari berbangkit. Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang hari berbangkit itu hanya di sisi Allah”. Dan tahukah kamu (hai Muhammad), boleh jadi hari berbangkit itu sudah dekat waktunya.” Wastaga!! Bahkan Rasul sendiri yang merupakan makhluk paling dekat dengan Allah tidak mengetahuinya. Lalu bagaimana dengan kita? Bagaimana kita bisa meramalkan akan kiamat?

              Sesungguhnya Allah sudah memberitahukan pertanda akan datangnya kiamat. Hal ini tertulis dalam hadits Rasulullah. Berikut beberapa contohnya :

              • Hingga apabila (tembok) Ya’juj dan Ma’juj dibukakan dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi. Dan (apabila) janji yang benar (hari berbangkit) telah dekat,..(QS. Al-Anbiya:96-97)
              • Belum terjadi kiamat sehingga orang-orang dari umatku kembali menyembah berhala-berhala selain Allah. (HR. Abu Dawud)
              • Belum akan kiamat sehingga tidak ada lagi di muka bumi orang yang menyebut : “Allah, Allah.” (HR. Muslim)
              • Di antara tanda-tanda kiamat ialah ilmu terangkat, kebodohan menjadi dominan, arak menjadi minuman biasa, zina dilakukan terang-terangan, wanita berlipat banyak, dan laki-laki berkurang sehingga lima puluh orang wanita berbanding seorang pria. (HR. Bukhari)
              • Belum akan tiba kiamat sehingga harta banyak dan melimpah, dan orang ke luar membawa zakat hartanya tetapi tidak ada yang mau menerimanya, dan negeri-negeri Arab kembali menjadi rerumputan hijau dengan sungai-sungai mengalir. (HR. Muslim)
              • Saat akan tiba kiamat, jaman saling mendekat. Satu tahun seperti sebulan, sebulan seperti seminggu, seminggu seperti sehari, sehari seperti satu jam dan satu jam seperti menyalakan kayu dengan api. (HR. Tirmidzi)
              • Belum akan datang kiamat sehingga manusia berlomba-lomba dengan bangunan-bangunan yang megah. (HR. Bukhari)

              Dalil diatas barulah sebagian dari pertanda akan datangnya kiamat yang diberitahukan Allah. Sekarang kita masuk ke bagian evaluasi!!

              Jadi berdasarkan kesimpulan data diatas bagaimana sikap kita? Percayakah? Mari kita berpikir dan mulai mengenali tanda-tanda kiamat. Renungkan dalam diri kita, apakah pertanda itu sudah datang kepada kita? Lalu, apakah kita sudah melakukan tugas kita di bumi ini sebagai khalifah? Sudahkah kita berbakti pada orang tua kita? Jujur saya katakan saya cukup takut mendengar kabar kiamat. Apakah saya percaya? Menuntut ilmulah seolah kamu akan hidup 1000 tahun lagi, dan beribadahlah seolah kamu akan mati esok hari. Waw!! Dengan berpegang pada hal itu yakinilah akan datangnya kiamat. Tidak perlu memerhatikan tanggalnya. Apakah jika kiamat sebentar lagi, maka kita baru akan beribadah dengan sungguh? Astagfirullah. Tidak ada orang yang ingin mati sekarang. Jujur saja, hidup ini sangat indah (meski dapet jurnal setumpuk). Tapi, saya sangat mensyukuri keadaan saya sekarang. Diberi rizki yang mencukupi, kesehatan yang ada, dan kemampuan kita dalam menuntut ilmu. Bahkan saya bisa terbuai dengan kehidupan dunia jika mau. Tapi, dengan meyakini akan datangnya kiamat baik sebentar lagi maupun masih jauh, kita akan berusaha menyeimbangkan masalah dunia dan akhirat.

              Jadi? Percayalah!! Tapi bukan percaya sama 2012 tentunya!! Anggap saja data-data ramalan diatas seperti ramalan cuaca. Perkuatlah pemahaman kita, penuhilah visi dan misi kita di dunia ini baik menurut Islam maupun menurut kita sendiri, teruslah beribadah dan belajar juga tentunya. Akhirnya selesai juga artikel yang cukup panjang ini. Boleh setiap orang punya pendapatnya masing-masing, sebab penilaian ini mungkin hanya berdasarkan garis pandang saya sendiri. Siapkan diri kita dalam menghadapi 2012 nanti!! Semoga kita diberi umur panjang!! Amin.

              Ramadhan

              Oleh : Hamida Amalia (Mikrobiologi 2008)

              Alhamdulillah, telah seminggu lebih kita lalui bersama bulan Ramadhan, bulan penuh ampunan dan berkah, di samping bulan penuh makanan dan ta’jil tentunya! Ya, saat Ramadhan semua orang jadi berlomba-lomba untuk berbuat kebaikan. Yang tadinya jarang setor muka di masjid jadi suka nongkrong lama-lama, entah melakukan shalat sunnah, mengaji, mengobrol, bahkan menunggu waktu berbuka agar mendapatkan ta’jil gratis menjadi pemandangan umum. Belum lagi tiba-tiba semua orang proaktif nasihat-menasihati untuk tidak berbohong dan tidak membicarakan orang lain. Semua terangkum dengan indah dalam satu bulan yang Allah hadiahkan kepada umat manusia.

              Kenapa Allah turunkan Ramadhan bagi umat Islam? Kalau di bulan Ramadhan semua orang berbuat baik, kenapa gak diselenggarakan aja Ramadhan setahun penuh? Barangkali banyak di antara kita yang pernah bertanya, atau minimal terlintas di pikiran kalian pertanyaan seperti itu. Hmm, kalau dijabarkan satu-satu keutamaan Ramadhan tentu banyak sekali ya, bahkan hingga Ramadhan berakhir pun mungkin kita belum selesai menghitung manfaat dari shaum yang kita laksanakan. Nah, pada kesempatan kali ini kita akan membahas satu keutamaan bulan Ramadhan yang oke banget, yakni sebagai momentum perubahan! Lo, emang apa kerennya sih dengan Ramadhan, kok bisa-bisanya mengubah kita dari yang biasa menjadi luar biasa?

              Manusia itu makhluk yang haus akan perubahan menuju ke arah yang lebih baik. Wah, pastinya semua setuju dengan pernyataan ini dong? Kalau orang udah kaya, pasti dia bakal mau lebih kaya lagi. Kalau ada orang jenius, pasti dia mau lebih pintar lagi. Dan seterusnya, yang sepertinya gak akan ada habis-habisnya. Seperti kata pepatah, “Meminum air laut”, semakin diminum, semakin haus. Begitu pula dengan keimanan, Sobat! Semua dari kita pasti mempunyai keinginan terpendam untuk menjadi lebih alim, lebih shaleh. Kenapa begitu? Karena udah fitrah manusia untuk bisa dekat dengan Sang Pencipta. Belum lagi kalau kita mengingat kembali dosa yang kita lakukan terhadap orang tua, teman, dan saudara. Banyak banget kan! Duh, mana ngeri lagi bayangin masuk neraka, tapi masuk surga amalannya masih sedikit. Dan yang terpenting, kita kan gak tahu kapan waktu kita berakhir di dunia ini!

              Eits, gak perlu khawatir! Selama kita masih hidup di dunia, insya Allah kesempatan untuk bertaubat terbuka lebar, luebaaarrr banget saking lebarnya. Jadi, namanya putus asa tuh emang gak ada dalam kamus seorang muslim! Kalau kita punya keinginan yang kuat, sebenarnya bisa-bisa saja kok kita berubah, memperbanyak amalan dan meninggalkan maksiat. Nah, jeleknya manusia tuh mereka suka malu-malu untuk mulai bertindak! Ibaratnya ada cowok yang mau kenalan dengan cewek tapi gak berani untuk menegur duluan. Malu, salah tingkah, takut, grogi, semua jadi satu. Pada akhirnya dia gak jadi maju-maju, hehehe…

              Suatu ketika, si cowok ini merasa terbantu saat si cewek merayakan milad. Semua teman sekelas mengucapkan selamat ulang tahun, gak terkecuali si cowok itu. Pasti bakal aneh banget kalau Cuma dia sendirian yang gak mengucapkan selamat. Akhirnya dengan menahan sakit di perut alias mules, di berhasil mengeluarkan kalimat, “Selamat ulang tahun!”. Hari-hari selanjutnya, mereka bisa mengobrol dengan normal dan jadi teman. Bayangkan kalau si cewek itu gak ketahuan ultahnya kapan! Wah wah, sepertinya saya harus buat ceritanya lebih panjang lagi, mungkin baru saat lebaran si cowok itu baru berani menyapa itu cewek!

              Kalau dipikir-pikir, posisi kita sebetulnya sama dengan cowok tersebut. Mau taubat tapi takut dianggap sok suci. Mau pakai jilbab takut dicap ibu-ibu pengajian mau pergi ta’lim. Mau ikut shalat jamaah di masjid tapi malu, masa tiba-tiba datang gitu aja? Kan saya bukan remaja masjid! Mau ngaji di kelas untuk menyemurnakan target tilawah tapi takut diledek. Dan lain-lain. Intinya sih sungkan untuk memulai.

              Untungnya Tuhan kita, Allah swt mengerti betul akan hal ini. Kemudian, dipertemukanlah kita dengan bulan suci, bulan Ramadhan agar kita mengubah diri kita, berbondong-bondong bersama orang lain yang ingin bertaubat. Bakal jadi anomali banget kalau kita tetap pada kemaksiatan sementara orang lain bersemangat berlomba-lomba menuju kebaikan. Ramadhan itu sendiri kemudian menjadi momentum perubahan, sebuah awal menuju kehidupan yang lebih baik. Si cewek gak perlu merayakan miladnya setiap hari kan, supaya si cowok bisa mengobrol dengan dia? Sama! Allah juga gak perlu menyelenggarakan setahun penuh Ramadhan. Ramadhan cukup sebulan agar kita berani untuk memulai. Apabila kita sudah memulai, kita akan lebih mudah melanjutkan PDKT dengan-Nya.

              So, gak usah ragu untuk coba-coba dekat dengan Allah! Bagi yang akhwat mungkin udah lama mau pakai jilbab, nah sekarang ini saatnya untuk mencoba! Terus, bagi ikhwan yang udah lama gak shalat di masjid, coba deh sekali-kali mampir di Salman atau di masjid dekat kos atau rumah untuk shalat sekaligus mengaji, biar Cuma setengah halaman. Atau bagi teman-teman yang mau belajar mengaji alias tahsin, gak usah malu-malu minta diajar oleh temannya yang sudah bisa. Ingat lo, segala amal di bulan Ramadhan itu dilipatgandakan, syukur-syukur bisa menutup utang dosa kita.

              Jangan ragu untuk memulai artinya juga jangan ragu untuk gagal. Kalau Teman-teman merasa belum bisa memakai jilbab atau shalat berjamaah di masjid secara teratur walaupun udah mencoba, masih ada berjuta cara untuk mendekatkan diri dengan Allah. Menyapa ibu-ibu tukang sapu di jalan, senyum kepada orang lain, rajin menolong, itu juga ibadah. Setiap kita mempunyai niat baik udah dihitung satu pahala sementara jika kita berniat buruk gak dihitung satu dosa. Maha Suci Allah yang telah melapangkan jalan kita menjadi seorang muslim yang lebih baik!

              Masih ragu? Ayo kita rame-rame berlomba-lomba dalam kebaikan! Karena surga terlalu luas untuk dihuni seorang diri ^^

              Badak Kuat BUKAN Obat Kuat

              Oleh : Danni Gathot Harbowo (Biologi 2008)

              Kenikmatan 35 Menit Dibayar dengan 35 Tahun

              Dahulu Indonesia adalah tempat paling nyaman bagi kehidupan badak, terutama Badak Sumatra dan Badak Jawa. Namum kini badak menjadi salah satu hewan yang paling dilindung dan dijaga di Indonesia karena kedua jenis badak tersebut sudah menjadi hewan langka atau sulit ditemukan dihabitatnya. Ini disebabkan perubahan habitat badak dan perburuan hebat yang dilakukan oleh manusia terhadap badak untuk diambil kegunaannya.

              Salah satu alasan orang memburu badak adalah ingin mendapatkan cula pada badak tersebut karena cula badak menjadi suatu komoditas yang diinginkan pasar. Selain digunakan sebagai perhiasan atau perkakas, menurut sebagain orang, cula badak dapat dijadikan obat untuk berbagai hal, terutama obat kuat lelaki dewasa (penambah stamina seksual pria).

              Cula badak sendiri merupakan pengembangan jaringan (differnsiasi) epidermis berupa pembentukan keratin kompak pada bagian anterior badak. Keratin adalah suatu serabut protein yang dihasilkan oleh folikel keratin, yang jenisnya sama dengan protein pembentuk rambut dan kuku pada manusia. Secara konsep tidak ada masalah jika keratin harus dipotong, hanya saja akan mengganggu perilaku badak tersebut dalam ekosistem.

              Namun mengapa harus mati ketika diambil culanya!? Jawabannya ada pada si pemburu. Pertama, pada saat proses penangkapan, biasanya pemburu enggan mengeluarkan biaya yang besar dalam penyediaan pembius badak karena dalam pembiusannya diperluhkan dosis yang tinggi dan peluru bius yang unik agar peluru bius dapat masuk kedalam tubuh dengan tepat. Karena biaya yang tinggi itulah pemburu lebih memilih peluru ekonomis yang langsung mematikan badak tanpa pembiusan. Kedua, pada proses pemotongan cula, pemburu memotong hingga bagian hiperkeratin (dasar pembentuk keratin) bahkan mencapai bagaian tengkorak badak, yang menyebabkan kematian badak.

              Walaupun perburuan bisa dilakukan dengan pembiusan, faktanya  cula badak tidak memiliki kandungan senyawa yang mampu menambah gairah seksual pria. Cula badak hanya berupa keratin yang tersusun rapat dan padat sehingga memiliki struktur yang kuat dan keras. Keratin sendiri tidak mampu membuat pria dewasa semakin perkasa dan berstamina seksual yang luar biasa. Jika keratin digunakan sebagai senyawa pendukung dalam pembuatan obat kuat, peracik bisa menggunakan rambut atau kuku manusia yang memiliki kandungan keratin yang sama.

              Pada pembuatan obat kuat dengan cula badak tersebut, rebusan cula badak ditambah dengan bahan yang sebenarnya adalah bahan penting dalam pembuatan obat kuat, seperti pasak bumi, alkohol, temulawak akar gingseng, dan pahitan. Jadi cula badak pada pembuatan obat kuat tersebut hanya akan memberika efek sugesti dan perubahan rasa di jamu tersebut.

              sebenarnya keratin dapat dihasilkan (diternakan) tanpa harus melalui mahluk hidup. Kita dapat mensistesis keratin dengan cara mengkultur folikel pembentuk keratin pada rambut. Namun di laboratorium, keratin hanya bisa dilakukan pada skala kecil, karena masih belum diketahui media yang baik dalam pengkulturannya. Hal yang bisa kita lakukan untuk memenuhi kebutuhan keratin adalah memanen keratin di salon rambut terdekat. Kita dapat mengolah rambut itu menjadi sekeras cula adalah dengan melelehkan semua rambut itu pada suhu tinggi dan mengkompres pada suhu rendah. Maka kita akan menghasilkan tiruan cula dengan kandungan keratin yang sama.

              Sebelum terpikir untuk mengkultur keratin, penulis sempat berpikir, “Mengapa tidak kita ternakan saja badak!?” tak lama kemudian penulis mendapat jawaban bahwa badak memiliki masa hidup hingga 35 tahun, dan masa peranakan 5 tahun (salah satu hal yang sulit dalam mengembang biakan ternak). Dan manusia membunuh hewan tersebut hanya untuk kenikmatan berdurasi 35 menit. Sungguh egois dan jahat manusia itu.Semoga Allah SWT mengampuni kita semua. Amien ya Allah..

              Astagfirullah hal “Adzhim..

              Cinta Bukan Datang Dari Hati!

              Oleh : Danni Gathot Harbowo (Biologi 2008)

              Cinta : Hasil Manipulasi Dopamin Selama 4 Tahun

              Ketika cinta sedang melanda diri kita, semua yang kita rasakan dengan indra kita begitu indah dan damai. Kita merasa sangat bahagia dan gembira jika kita melihat orang yang kita cintai ada dihadapan kita. Kita bisa melakukan hal gila dan tak logis ketika kita merasa harus berkorban untuk cinta yang kita rasakan. Tapi pada akhirnya kita tidak mampu mendefinisikan apa arti cinta secara gamblang. Namun tanpa disadari cinta yang kita rasakan sebenarnya adalah pengaruh dopamin dengan konsentrasi berlebih pada saraf.

              Dopamine adalah salah satu senyawa kimia neurotrasmiter atau penghantar implus pada sinaps saraf yang dihasilkan otak bagian tengah (MidBrain). Konsentrasi dopamin pada saraf akan mempengaruhi kita dalam hal persepsi suka dan duka khususnya rasa cinta.  Tanpa disadari dopamin telah memanipulasi otak kita sehingga hal yang tak logis menjadi logis, sulit untuk fokus, sering melamun, dan memiliki sifat setia.

              Secara fisiologi, dopamin berlebih akan menurunkan kinerja otak kiri dan meningkatkan kinerja otak kanan. Otak kanan bekerja dalam hal kreatifitas dan otak kiri bekerja dalam hal logika. Inilah alasannya mengapa puisi dan syair cinta lebih mudah dikarang oleh seniman ketimbang ilmuwan.

              Menurut Sony Heru Sumarsono(Dosen Anatomi dan Fisiologi Hewan – ITB), dopamin dalam saraf dengan konsentrasi tinggi akan menimbulkan rasa cinta dan hanya akan bertahan 3 sampai 4 tahun. Kemudian dopamin itu akan kembali normal, disaat itulah kita akan merasa kehilangan alasan  untuk mencintai orang yang telah kita cintai.

              Tak Ada Cinta yang Abadi, Namun Cinta Bisa Dimanipulasi

              Cinta itu seperti cahaya, berupa stimulus (rangsangan) dari luar, dan mencintai itu seperti melihat, suatu tindakan  untuk menerima stimulus. Cinta yang kita rasakan adalah  akibat akumulasi stimulus ketertarikan dari berbagai stimulus, dapat berupa gelombang elektromagnetik (cahaya yang dipantulkan) ketika kita melihat si doi, gelombang longitudinal (suara yang dikeluarkan), berupa zat kimia (bau yang tercium atau tidak tercium*), bahkan sentuhan. Setelah stimulus itu datang, maka secara sadar atau tidak sadar kita akan memutuskan untuk menerima stimulus itu atau tidak. Jika diterima, kita akan mencintai orang tersebut, dan sebaliknya.

              *Feromon: hormon pengikat pasangan yang muncul dari ketiak dan tidak berbau.

              Ketika kita menerima stimulus cinta tersebut, tubuh secara otomatis akan merespon, diantaranya peningkatan konsentrasi dopamin pada saraf otak. Otak akan mengatur metabolisme tubuh dengan keadaan yang berbeda dengan keadaan ketika kita sedang tidak jatuh cinta. Seperti mempercepat aliran darah (sehingga jantung berdetak cepat), menurunkan kerja otak kiri (sehingga kita sulit fokus dan grogi), meningkatkan kerja otak kanan (sehingga kita sering melamun). Konsentrasi dopamin yang tinggi ini akan  turun terus menerus hingga akhirnya kembali normal dan rasa cinta yang kita rasakan disaat itu tidak sehebat ketika kita pertama kali jatuh cinta. maka disimpulkan bahwa tak ada cinta yg abadi.

              Tak usah khawatir, cinta dapat dimanipulasi kapan saja, artinya kita dapat terus mencintai seseorang hingga akhir hayat. dopamin dapat ditingkatkan dengan melakukan stimulus yang telah ditulis diatas, dengan secara terus menerus dan rutin. Namun dalam peningkatan dopamin ini jangan terlalu sering, karena dapat menyebabkan saraf menjadi resisten (kebal) terhadap dopamin (sehingga kita merasa terbiasa dengan cinta itu dan sensasi cinta kurang bisa dirasakan bahkan bosan).

              Semoga pembaca menggunakan ilmu ini dijalan-Nya, agar Allah SWT meridhoi pembaca dalam menggunakan ilmu ini. karena Dia lah yang mengijikan dopamin ada di diri pembaca.

              Ingatlah Allah

              Oleh : Elgi Firaz (Biologi 2008)

              Diambil dr La Tahzan By Dr Aidh Al Qarni
              Kejujuran itu kekasih Allah. Keterusterangan merupakan sabun pencuci hati. Pengalaman itu bukti. Dan seorang pemandu jalan tak akan membohongi rombongannya. Tidak ada satu pekerjaan yang lebih melegakan hati dan lebih agung pahalanya, selain berdzikir kepada Allah.

              {Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu.}
              (QS. Al-Baqarah: 152)

              Berdzikir kepada Allah adalah surga Allah di bumi-Nya. Maka, siapa yang tak pernah memasukinya, ia tidak akan dapat memasuki surga-Nya di akhirat kelak. Berdzikir kepada Allah merupakan penyelamat jiwa dari pelbagai kerisauan, kegundahan, kekesalan dan goncangan. Dan dzikir merupakan jalan pintas paling mudah untuk meraih kernenangan dan kebahagian hakiki. Untuk melihat faedah dan manfaat dzikir, coba perhatikan kembali beberapa pesan wahyu Ilahi. Dan cobalah mengamalkannya pada hari-hari Anda, niscaya Anda akan mendapatkan kesembuhan.

              Denga n berdzikir kepada Allah, awan ketakutan , kegalauan, kecemasan dan kesedihan akan sirna. Bahkan, dengan berdzikir kepada- Nya segunung tumpukan beban kehidupan dan permasalahan hidup akan runtuh dengan sendirinya.

              Tidak mengherankan bila orang-orang yang selalu mengingat Allah senantiasa bahagia dan tenteram hidupnya. Itulah yang memang seharusnya terjadi. Adapun yang sangat mengherankan adalah bagaimana orang-or• ang yang lalai dari berdzikir kepada Allah itu justru menyembah berhala- berhala dunia. Padahal,

              [(Berhala-berhala) itu mati tidak hidup dan berhala-berhala itu tidak mengetahui bilakah penyembah-penyembahnya akan dibangkitkan.]
              (QS. An-Nahl: 21)
              Wahai orang yang mengeluh karena sulit tidur, yang menangis karena sakit, yang bersedih karena sebuah tragedi, dan yang berduka karena suatu musibah, sebutlah nama-Nya yang kudus! Betapapun,

              {Apakah kamu mengetahui ada seorang yang sama dengan Dia (yang patut disembah)?}
              (QS. Maryam: 65) Semakin banyak Anda mengingat Allah, pikiran Anda akan semakin terbuka, hati Anda semakin tenteram, jiwa Anda semakin bahagia, dan nurani Anda semakin damai sentausa. Itu, karena dalam mengingat Allah terkandung nilai-nilai ketawakalan kepada-Nya, keyakinan penuh kepada- Nya, ketergantungan diri hanya kepada-Nya, kepasrahan kepada-Nya, berbaik sangka kepada-Nya, dan pengharapan kebahagiaan dari-Nya. Dia senantiasa dekat ketika si hamba berdoa kepada-Nya, senantiasa mendengar ketika diminta, dan senantiasa mengabulkan jika dimohon. Rendahkan dan tundukkan diri Anda ke hadapan-Nya, lalu sebutlah secara berulang’-ulang nama-Nya yang indah dan penuh berkah itu dengan lidah Anda sebagai pengejawantahan dari ketauhidan, pujian, doa, permohonan dan permintaan ampunan Anda kepada-Nya.

              Dengan begitu, niscaya Anda — berkat kekuatan dan pertolongan dari-Nya — akan mendapatkan kebahagiaan, ketenteraman, ketenangan, cahaya penerang dan kegembiraan. Dan,

              {Karena itu Allah memberikan kepada mereka pahala di dunia, dan pahala yang baik di akhirat.}
              (OS. Ali ‘Imran: 148)

              Karena Hidup Memang Indah

              Oleh : Retno Nuraini (Biologi 2008)

              Berbicara tentang kehidupan memang tidak akan ada habisnya. Bermula dari lahirnya kita sebagai seorang bayi ke dunia ini yang akan menjadi dewasa. Dalam proses perkembangan itu kita belajar mengenai segala hal, belajar untuk hidup. Bila dianalogikan, seperti sebuah biji tumbuh dan berkembang, berakar kuat menancap di tanah yang tak mudah dicabut, berbatang kokoh yang menahan terpaan hujan angin, dengan ratusan ranting cabang dari batang utama pohon tersebut.

              Akar yang kuat diibaratkan sebagai pendidikan dasar yang ditanamkan pada seorang anak. Peran orangtua mendominani masa pembentukan dasar yang akan menjadi basis kelanjutan hidup anak ini. Batang yang kokoh merupakan idealisme seseorang yang diperoleh dari banyaknya pengalaman yang digunakan dalam menindak suatu hal. Ranting-ranting disini merupakan hasil dari sosialisasi, salah satu hal yang vokal dari proses kehidupan, “link” antara seseorang dengan orang-orang di sekitarnya.

              Kehidupan, sebuah anugerah dari Yang Maha Kuasa yang sudah sepantasnya disyukuri. Dari berjuta-juta sel sperma, hanya satu yang dapat menembus lapisan dinding sel ovum hingga akhirnya berpijak di sini kita sekarang sebagai orang yang terpilih untuk menjalani hidup. Memang bukan kita yang memilih, tapi kita merupakan yang terpilih, terpilih untuk menjalani serangkai petualangan.

              Sebagai orang yang terpilih, kita diberi berbagai karunia kelebihan, nurani, otak, bakat, naluri, perasaan, uang, kesehatan, persahabatan, keluarga, sahabat, teman dan masih banyak lagi. Kadang tidak kita sadari bahwa kita telah memiliki semua itu untuk memaknai hidup. Tidakkah seharusnya semua itu sudah cukup menjadi alasan mengapa kita harus memaknai hidup? Jika tidak, mengapa kita memerlukan lebih banyak?^^

              Sangat mudah untuk memandang ke sekeliling ke semua orang yang sudah memiliki apa yang kita inginkan, melihat bagaimana mereka berbeda dari kita, lalu berpikir bahwa mereka adalah “jenis orang” kepada semua orang yang kita inginkan itu datang dengan sendirinya. Sedangkan kita bukanlah jenis orang seperti itu, kalau tidak, tentu kita juga sudah memilikinya.

              Pemikiran yang sangat rasional dan cara yang sangat lihai bagi orang-orang yang tidak suka berpetualang untuk menghindari tanggung jawab, memilih duduk di tepi lapangan, melihat perang dari balik jeruji dengan berbagai macam perlindungan yang akan menghindarkannya dari berbagai serangan.

              Di sisi lain, para petualang tahu cara memaknai hidupnya, para petualang yang mengerti bahwa mereka adalah jenis orang yang seharusnya memiliki hal-hal yang mereka inginkan dan dengan suatu perjuanganlah para petualang akan mendapatkannya. Karena jika tidak, mereka tidak diberi karunia untuk menginginkannya.

              Para petualang menghadapi tantangan-tantangan, petualangan yang besar. Dalam memaknainya, kita harus menghidupi kebenaran yang kita temukan dengan menerapkan prinsip-prinsip, jangan pernah lagi berpikir “Aku tidak tahu”, “Mengapa tidak sesuai harapan”, atau “Aku tidak bisa”. Pikiran-pikiran tersebut terkadang membuat turunnya semangat kita, cobalah memandang ke depan dengan impian yang ada di benak, dan kita akan mengerti makna hidup kita karena harapan itu selalu ada.

              Hidup diibaratkan menggoreskan kuas pada selembar kertas kosong yang putih bersih dengan berbagai macam warna. Masing-masing warna memiliki maknanya masing-masing. Pada bagian awal, banyak torehan warna cerah. Kuning, merah muda, hijau muda, warna cerah memunculkan keceriaan tersendiri. Namun, tak jarang dijumpai warna-warna gelap di dalamnya. Warna gelap tidak selalu didefinisikan sebagai suatu mimpi buruk. Karena kebanyakan dari manusia di bumi dapat mengintisarikan warna tersebut dan  mendapat makna hidup yang sebenarnya dari pendaran warna gelap.

              Detik, menit, dan jam berjalan dengan begitu cepat. Sekarang ini, kita adalah cikal bakal hari-hari esok kita. Jadi, segeralah bertindak, lakukan tindakan yang membuat kehidupan kita bermakna.

              Setelah semua uraian di atas, dengan daya sebesar yang kita miliki..masihkah kita menghindar untuk memaknai hidup kita??

              Silakan memilih, untuk menjadi orang yang lihai menghindar dari tanggung jawab yang selalu memilih warna cerah dan menghindari gelap, atau menjadi petualang yang dapat mengintisarikan suatu kegelapan untuk menemukan terang yang indah yang dapat memaknai hidup sebenarnya.

              Karena hidup itu memang indah.

              Siap-siap Nikah!

              Oleh: Nur Isna (Biologi 2007)

              Mungkin karena memang sudah memasuki umurnya, tema yang sering dibicarakan lingkungan sekitar saya mulai mengarah kepada satu topik, baik serius maupun santai. Kalo kalian nebak Nikah, 100 buat kalian 100 buat saya. Jangan ngutang lama2 yah..haha, naoon

              Ok, kembali ke topik. Berhubungan dengan topik pernikahan ini, pastinya harus ada persiapan dulu kan? Gak mungkin kalo tiba-tiba menikah tanpa ada persiapan. Yah, mungkin aja sih..tapi mungkin manisnya cuma sesaat sisanya malah jd beban (Nu’audzubillahi min dzalik). Nah, biar gak nyesel ada sedikit bocoran buat yg sedang atau akan mempersiapkan pernikahan. Saya sadur dari buku “Siap-siap Nikah” karangan Syamsa Hawa.

              Ada hal yang penting sebelum memikirkan resepsi dan kawan-kawannya, yaitu paradigma menikah. Paradigma ini yang akan mendorong atau malah menghambat seseorang untuk melakukan pernikahan. Ada macam-macam paradigma, baik maupun buruk. Menurut Syamsa Hawa, paradigma-paradigma ini terbentuk dari pengalaman (orang lain atau keluarga dekat), perasaan, latar belakang sejarah, dan pemikiran yang bersifat pribadi. Tapi, kalo kalian masih terpaku dengan paradigma yang kurang baik seperti menganggap pernikahan sebagai beban sehingga enggan menikah, ada baiknya kalo kalian membuka mata hati dan pikiran kalian. Karena kalau ditilik lagi menikah itu termasuk ibadah urgent terutama bagi yang sudah siap dan dianggap mampu. Bahkan manusia diibaratkan belum lengkap agamanya bila belum menikah, karena menikah itu separuh agama. Coba deh liat lagi QS Ar-Ruum:21,

              “Dan diantara tanda-tanda (kebesaran)-Nya adalah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antara kamu rasa kasih dan sayang. Sungguh pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.”

              Nah, kalo paradigmanya udah ada yang dibutuhkan adalah persiapan. Persiapan ini dibagi dua jadi persiapan internal dan persiapan eksternal. Persiapan internal ini mencakup persiapan mental, ilmu, finansial, fisik, ruhiyah dan doa. Sedangkan persiapan eksternal termasuk pengondisian orang tua, keluarga, teman-teman, dan calon.

              Persiapan Internal

              1. Persiapan Mental. Persiapan penting banget karena gak sedikit orang yang udah mampu tapi masih ngerasa gak siap nikah. Bahkan sebagian besar paradigma nikah yang membuat orang enggan menikah diakibatkan mental yang kurang siap, antara lain karena merasa menikah gak penting, trauma, tekanan keluarga, dll. Buat yang merasa termasuk orang-orang dengan pikiran seperti ini coba kalian liat lagi QS Ar-Ruum: 21. Disana kan sudah dijelaskan bahwa Allah menganjurkan pernikahan agar kita cenderung merasa tentram, dan kasih sayang. Gak mungkin kan Allah menganjurkan kita kepada hal-hal yang tidak baik. Cobalah untuk melihat segala sesuatu lebih positif;)
              2. Persiapan Ilmu. Pernikahan itu tidak hanya butuh persiapan metal, namun persiapan ilmu dan skill. Ilmu yang penting dalam persiapan membangun bahtera rumah tangga ini yaitu ilmu manajemen, ilmu kesehatan, ilmu komunikasi, ilmu tentang anak, dan ilmu tentang seks. Untuk lengkapnya kalian bisa baca buku2 yang berkaitan dengan ilmu2 tersebut karena kalau dibahas disini bakal panjang banget.
              3. Persiapan Finansial. Persiapan finansial gak cuma siap-siap menjelang resepsi aja tapi lebih dititikberatkan pada kesiapan menafkahi dan mensiasati keuangan pasca pernikahan. Bersiaplah secara finansial, karena menurut survey 80% keretakan dalam rumah tangga terjadi karena masalah keuangan.
              4. Persiapan Fisik. Memang inner beauty adalah hal yang utama. Tapi, apa salahnya kalo kita ngerawat outer beauty juga. Toh, demi kebaikan diri kita dan keluarga juga. Contohnya rajin mandi, jauhi rokok, dan rajin medical check up. Kita sehat, kita juga yang lebih untung kan. Karena kesehatan itu sangat mendukung produktivitas kerja loh:)
              5. Persiapan Ruhiyah dan Do’a. Nah, persiapan ini yang paling penting karena laki-laki yang baik akan mendapatkan perempuan yang baik, begitu pula sebaliknya. Jangan lupa juga untuk tetap berdo’a, karena do’a merupakan hal kecil yang membawa dampak besar loh.

              Persiapan Eksternal

              1. Ortu. Pengondisian ortu penting banget agar ortu tidak terkejut jika rencana hidupmu ternyata berbeda dengan keinginan mereka dan hal ini harus dilakukan sejak awal. Misalnya kalo kalian pengen nikah dini, coba diskusikan lebih dulu dengan ortu dengan senyaman mungkin
              2. Keluarga. Keluarga disini termasuk saudara dan kerabat. Ini juga penting untuk menjaga perasaan. Apalagi kalo kalian punya kakak tapi belum terpikir menikah dan takutnya merasa dilangkahi oleh kalian yang sudah terpikir untuk menikah terlebih dulu. Atau siapa tau mereka mau membantu mencarikan jodoh yang terbaik untukmu.
              3. Teman-teman. Pengondisian ini penting biar tidak menimbulkan fitnah dengan perilaku kita. Sharing ini juga bisa meningkatkan kemantapan dan kekuatan alasanmu atau bisa jadi juga kamu memperoleh jodoh dari kenalan temanmu sendiri.
              4. Calon. Ini yang gak kalah penting. Jangan sekedar mencari sosok yang ideal, tapi carilah calon yang tepat. Syukur-syukur kalo dapet calon yang tepat dan ideal. Amin..Calon yang tepat itu penting karena pernikahan itu bukan buat bangga-banggaan, tapi untuk selamanya. Karena kalo kalian emang berjodoh, nanti kamu akan dipertemukan lagi di syurga. Insya Allah..

              Nah, kira-kira itu persiapan yang diperlukan sebelum kalian menikah. Ada yang mau nambahin lagi?Mangga dikomen langsung aja..:)