Siap-siap Nikah!

Oleh: Nur Isna (Biologi 2007)

Mungkin karena memang sudah memasuki umurnya, tema yang sering dibicarakan lingkungan sekitar saya mulai mengarah kepada satu topik, baik serius maupun santai. Kalo kalian nebak Nikah, 100 buat kalian 100 buat saya. Jangan ngutang lama2 yah..haha, naoon

Ok, kembali ke topik. Berhubungan dengan topik pernikahan ini, pastinya harus ada persiapan dulu kan? Gak mungkin kalo tiba-tiba menikah tanpa ada persiapan. Yah, mungkin aja sih..tapi mungkin manisnya cuma sesaat sisanya malah jd beban (Nu’audzubillahi min dzalik). Nah, biar gak nyesel ada sedikit bocoran buat yg sedang atau akan mempersiapkan pernikahan. Saya sadur dari buku “Siap-siap Nikah” karangan Syamsa Hawa.

Ada hal yang penting sebelum memikirkan resepsi dan kawan-kawannya, yaitu paradigma menikah. Paradigma ini yang akan mendorong atau malah menghambat seseorang untuk melakukan pernikahan. Ada macam-macam paradigma, baik maupun buruk. Menurut Syamsa Hawa, paradigma-paradigma ini terbentuk dari pengalaman (orang lain atau keluarga dekat), perasaan, latar belakang sejarah, dan pemikiran yang bersifat pribadi. Tapi, kalo kalian masih terpaku dengan paradigma yang kurang baik seperti menganggap pernikahan sebagai beban sehingga enggan menikah, ada baiknya kalo kalian membuka mata hati dan pikiran kalian. Karena kalau ditilik lagi menikah itu termasuk ibadah urgent terutama bagi yang sudah siap dan dianggap mampu. Bahkan manusia diibaratkan belum lengkap agamanya bila belum menikah, karena menikah itu separuh agama. Coba deh liat lagi QS Ar-Ruum:21,

“Dan diantara tanda-tanda (kebesaran)-Nya adalah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antara kamu rasa kasih dan sayang. Sungguh pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.”

Nah, kalo paradigmanya udah ada yang dibutuhkan adalah persiapan. Persiapan ini dibagi dua jadi persiapan internal dan persiapan eksternal. Persiapan internal ini mencakup persiapan mental, ilmu, finansial, fisik, ruhiyah dan doa. Sedangkan persiapan eksternal termasuk pengondisian orang tua, keluarga, teman-teman, dan calon.

Persiapan Internal

  1. Persiapan Mental. Persiapan penting banget karena gak sedikit orang yang udah mampu tapi masih ngerasa gak siap nikah. Bahkan sebagian besar paradigma nikah yang membuat orang enggan menikah diakibatkan mental yang kurang siap, antara lain karena merasa menikah gak penting, trauma, tekanan keluarga, dll. Buat yang merasa termasuk orang-orang dengan pikiran seperti ini coba kalian liat lagi QS Ar-Ruum: 21. Disana kan sudah dijelaskan bahwa Allah menganjurkan pernikahan agar kita cenderung merasa tentram, dan kasih sayang. Gak mungkin kan Allah menganjurkan kita kepada hal-hal yang tidak baik. Cobalah untuk melihat segala sesuatu lebih positif;)
  2. Persiapan Ilmu. Pernikahan itu tidak hanya butuh persiapan metal, namun persiapan ilmu dan skill. Ilmu yang penting dalam persiapan membangun bahtera rumah tangga ini yaitu ilmu manajemen, ilmu kesehatan, ilmu komunikasi, ilmu tentang anak, dan ilmu tentang seks. Untuk lengkapnya kalian bisa baca buku2 yang berkaitan dengan ilmu2 tersebut karena kalau dibahas disini bakal panjang banget.
  3. Persiapan Finansial. Persiapan finansial gak cuma siap-siap menjelang resepsi aja tapi lebih dititikberatkan pada kesiapan menafkahi dan mensiasati keuangan pasca pernikahan. Bersiaplah secara finansial, karena menurut survey 80% keretakan dalam rumah tangga terjadi karena masalah keuangan.
  4. Persiapan Fisik. Memang inner beauty adalah hal yang utama. Tapi, apa salahnya kalo kita ngerawat outer beauty juga. Toh, demi kebaikan diri kita dan keluarga juga. Contohnya rajin mandi, jauhi rokok, dan rajin medical check up. Kita sehat, kita juga yang lebih untung kan. Karena kesehatan itu sangat mendukung produktivitas kerja loh:)
  5. Persiapan Ruhiyah dan Do’a. Nah, persiapan ini yang paling penting karena laki-laki yang baik akan mendapatkan perempuan yang baik, begitu pula sebaliknya. Jangan lupa juga untuk tetap berdo’a, karena do’a merupakan hal kecil yang membawa dampak besar loh.

Persiapan Eksternal

  1. Ortu. Pengondisian ortu penting banget agar ortu tidak terkejut jika rencana hidupmu ternyata berbeda dengan keinginan mereka dan hal ini harus dilakukan sejak awal. Misalnya kalo kalian pengen nikah dini, coba diskusikan lebih dulu dengan ortu dengan senyaman mungkin
  2. Keluarga. Keluarga disini termasuk saudara dan kerabat. Ini juga penting untuk menjaga perasaan. Apalagi kalo kalian punya kakak tapi belum terpikir menikah dan takutnya merasa dilangkahi oleh kalian yang sudah terpikir untuk menikah terlebih dulu. Atau siapa tau mereka mau membantu mencarikan jodoh yang terbaik untukmu.
  3. Teman-teman. Pengondisian ini penting biar tidak menimbulkan fitnah dengan perilaku kita. Sharing ini juga bisa meningkatkan kemantapan dan kekuatan alasanmu atau bisa jadi juga kamu memperoleh jodoh dari kenalan temanmu sendiri.
  4. Calon. Ini yang gak kalah penting. Jangan sekedar mencari sosok yang ideal, tapi carilah calon yang tepat. Syukur-syukur kalo dapet calon yang tepat dan ideal. Amin..Calon yang tepat itu penting karena pernikahan itu bukan buat bangga-banggaan, tapi untuk selamanya. Karena kalo kalian emang berjodoh, nanti kamu akan dipertemukan lagi di syurga. Insya Allah..

Nah, kira-kira itu persiapan yang diperlukan sebelum kalian menikah. Ada yang mau nambahin lagi?Mangga dikomen langsung aja..:)

One Response

  1. (^c^)b pai likes this !!

    seri kupinang engkau dengan hamdalah versi alhayaat, hehe,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: