Ramadhan

Oleh : Hamida Amalia (Mikrobiologi 2008)

Alhamdulillah, telah seminggu lebih kita lalui bersama bulan Ramadhan, bulan penuh ampunan dan berkah, di samping bulan penuh makanan dan ta’jil tentunya! Ya, saat Ramadhan semua orang jadi berlomba-lomba untuk berbuat kebaikan. Yang tadinya jarang setor muka di masjid jadi suka nongkrong lama-lama, entah melakukan shalat sunnah, mengaji, mengobrol, bahkan menunggu waktu berbuka agar mendapatkan ta’jil gratis menjadi pemandangan umum. Belum lagi tiba-tiba semua orang proaktif nasihat-menasihati untuk tidak berbohong dan tidak membicarakan orang lain. Semua terangkum dengan indah dalam satu bulan yang Allah hadiahkan kepada umat manusia.

Kenapa Allah turunkan Ramadhan bagi umat Islam? Kalau di bulan Ramadhan semua orang berbuat baik, kenapa gak diselenggarakan aja Ramadhan setahun penuh? Barangkali banyak di antara kita yang pernah bertanya, atau minimal terlintas di pikiran kalian pertanyaan seperti itu. Hmm, kalau dijabarkan satu-satu keutamaan Ramadhan tentu banyak sekali ya, bahkan hingga Ramadhan berakhir pun mungkin kita belum selesai menghitung manfaat dari shaum yang kita laksanakan. Nah, pada kesempatan kali ini kita akan membahas satu keutamaan bulan Ramadhan yang oke banget, yakni sebagai momentum perubahan! Lo, emang apa kerennya sih dengan Ramadhan, kok bisa-bisanya mengubah kita dari yang biasa menjadi luar biasa?

Manusia itu makhluk yang haus akan perubahan menuju ke arah yang lebih baik. Wah, pastinya semua setuju dengan pernyataan ini dong? Kalau orang udah kaya, pasti dia bakal mau lebih kaya lagi. Kalau ada orang jenius, pasti dia mau lebih pintar lagi. Dan seterusnya, yang sepertinya gak akan ada habis-habisnya. Seperti kata pepatah, “Meminum air laut”, semakin diminum, semakin haus. Begitu pula dengan keimanan, Sobat! Semua dari kita pasti mempunyai keinginan terpendam untuk menjadi lebih alim, lebih shaleh. Kenapa begitu? Karena udah fitrah manusia untuk bisa dekat dengan Sang Pencipta. Belum lagi kalau kita mengingat kembali dosa yang kita lakukan terhadap orang tua, teman, dan saudara. Banyak banget kan! Duh, mana ngeri lagi bayangin masuk neraka, tapi masuk surga amalannya masih sedikit. Dan yang terpenting, kita kan gak tahu kapan waktu kita berakhir di dunia ini!

Eits, gak perlu khawatir! Selama kita masih hidup di dunia, insya Allah kesempatan untuk bertaubat terbuka lebar, luebaaarrr banget saking lebarnya. Jadi, namanya putus asa tuh emang gak ada dalam kamus seorang muslim! Kalau kita punya keinginan yang kuat, sebenarnya bisa-bisa saja kok kita berubah, memperbanyak amalan dan meninggalkan maksiat. Nah, jeleknya manusia tuh mereka suka malu-malu untuk mulai bertindak! Ibaratnya ada cowok yang mau kenalan dengan cewek tapi gak berani untuk menegur duluan. Malu, salah tingkah, takut, grogi, semua jadi satu. Pada akhirnya dia gak jadi maju-maju, hehehe…

Suatu ketika, si cowok ini merasa terbantu saat si cewek merayakan milad. Semua teman sekelas mengucapkan selamat ulang tahun, gak terkecuali si cowok itu. Pasti bakal aneh banget kalau Cuma dia sendirian yang gak mengucapkan selamat. Akhirnya dengan menahan sakit di perut alias mules, di berhasil mengeluarkan kalimat, “Selamat ulang tahun!”. Hari-hari selanjutnya, mereka bisa mengobrol dengan normal dan jadi teman. Bayangkan kalau si cewek itu gak ketahuan ultahnya kapan! Wah wah, sepertinya saya harus buat ceritanya lebih panjang lagi, mungkin baru saat lebaran si cowok itu baru berani menyapa itu cewek!

Kalau dipikir-pikir, posisi kita sebetulnya sama dengan cowok tersebut. Mau taubat tapi takut dianggap sok suci. Mau pakai jilbab takut dicap ibu-ibu pengajian mau pergi ta’lim. Mau ikut shalat jamaah di masjid tapi malu, masa tiba-tiba datang gitu aja? Kan saya bukan remaja masjid! Mau ngaji di kelas untuk menyemurnakan target tilawah tapi takut diledek. Dan lain-lain. Intinya sih sungkan untuk memulai.

Untungnya Tuhan kita, Allah swt mengerti betul akan hal ini. Kemudian, dipertemukanlah kita dengan bulan suci, bulan Ramadhan agar kita mengubah diri kita, berbondong-bondong bersama orang lain yang ingin bertaubat. Bakal jadi anomali banget kalau kita tetap pada kemaksiatan sementara orang lain bersemangat berlomba-lomba menuju kebaikan. Ramadhan itu sendiri kemudian menjadi momentum perubahan, sebuah awal menuju kehidupan yang lebih baik. Si cewek gak perlu merayakan miladnya setiap hari kan, supaya si cowok bisa mengobrol dengan dia? Sama! Allah juga gak perlu menyelenggarakan setahun penuh Ramadhan. Ramadhan cukup sebulan agar kita berani untuk memulai. Apabila kita sudah memulai, kita akan lebih mudah melanjutkan PDKT dengan-Nya.

So, gak usah ragu untuk coba-coba dekat dengan Allah! Bagi yang akhwat mungkin udah lama mau pakai jilbab, nah sekarang ini saatnya untuk mencoba! Terus, bagi ikhwan yang udah lama gak shalat di masjid, coba deh sekali-kali mampir di Salman atau di masjid dekat kos atau rumah untuk shalat sekaligus mengaji, biar Cuma setengah halaman. Atau bagi teman-teman yang mau belajar mengaji alias tahsin, gak usah malu-malu minta diajar oleh temannya yang sudah bisa. Ingat lo, segala amal di bulan Ramadhan itu dilipatgandakan, syukur-syukur bisa menutup utang dosa kita.

Jangan ragu untuk memulai artinya juga jangan ragu untuk gagal. Kalau Teman-teman merasa belum bisa memakai jilbab atau shalat berjamaah di masjid secara teratur walaupun udah mencoba, masih ada berjuta cara untuk mendekatkan diri dengan Allah. Menyapa ibu-ibu tukang sapu di jalan, senyum kepada orang lain, rajin menolong, itu juga ibadah. Setiap kita mempunyai niat baik udah dihitung satu pahala sementara jika kita berniat buruk gak dihitung satu dosa. Maha Suci Allah yang telah melapangkan jalan kita menjadi seorang muslim yang lebih baik!

Masih ragu? Ayo kita rame-rame berlomba-lomba dalam kebaikan! Karena surga terlalu luas untuk dihuni seorang diri ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: