Bahaya Merasa

Oleh : Vilandri Astarini (Mikrobiologi 2007)

Suatu hari di bulan ramadhan, Saya mendengarkan ceramah Aa Gym di salah satu station televisi swasta. Pada awalnya Saya hanya tertarik pada pembicara (Aa Gym) yang telah lama tidak muncul di televisi. Tetapi pada akhirnya Saya merasa tertarik dengan apa yang dibicarakan oleh beliau. Memang sangat sederhana, tapi begitu terasa di hati. Entah apa topik yang dibawakan oleh beliau, karena saya hanya menyimak dari pertengahan pembicaraan. Satu hal yang saya tangkap dari ceramah beliau adalah betapa bahayanya “merasa” itu.

Terkadang bahkan mungkin sering dalam kehidupan sehari-hari, kita dipenuhi dengan “merasa”. Sebenarnya tidak semua “merasa” itu berbahaya. Ada juga “merasa” yang baik, seperti kalau kita merasa masih bodoh mungkin kita akan terus belajar tetapi sebaliknya, apabila kita merasa sudah pintar kita akan menjadi sombong dan tidak mau belajar lagi. Jadi, “merasa” yang bagaimanakah yang berbahaya??

Di sini Saya hanya memberikan satu contoh bahaya “merasa” (yang Saya ambil dari contoh yang diberika oleh Aa Gym). Bahaya “merasa” itu dapat berbahaya ketika hal tersebut tidak kita sadari. Seperti misalnya, kita melakukan sesuatu dan kita bilang, “Saya ikhlas dengan semua ini” atau kalimat lainnya yang menunjukkan bahwa kita merasa ikhlas. Hal ini menunjukkan bahwa secara tidak sadar, kita merasa ikhlas dan dengan merasa ikhlas ini kita sebenarnya belum ikhlas karena kita masih menginginkan orang lain tau “keikhlasan” kita. Mengenai ikhlas ini, merupakan bahaya “merasa” yang paling berbahaya karea banyak yang tidak menyadarinya. Mengeni merasa sudah beriman dan bertakwa, sepertinya setiap orang selalu berpikiran kalau dirinya merasa belum beriman dan bertakwa. Kecuali untuk beberapa orang yang mungkin merasa dirinya sudah beriman dan bertakwa, itu adalah hak mereka.

Mungkin hanya contoh itu saja yang dapat Saya berikan. Mungkin ini terlalu sederhana, tetapi semoga memiliki manfaat dan dapat menjadi bahan introspeksi diri apakah kita sering “merasa” di mana “merasa” yang kita miliki itu berbahaya atau tidak.

One Response

  1. waaahh,, jadi harus berhati-hati ya kalo ‘merasa’, perlu dipilah juga dan dipikirkan apakah ‘rasa’ ini benar dan baik atau tidak..
    terimakasih saudariku,,
    terimakasih juga untuk saudaraku yg sudah memberikan link ini,,^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: