Ati Segara (Hati Samudra)

Oleh : Lailatul Badriah (Biologi 2007)

Sepenggal dongeng waktu kecil….

Alkisah seorang santri di suatu pesantren sedang merenung dan berpikir di serambi mushola sehabis jamaah sholat Isya. Tiba-tiba Pak Ustad menghampiri dan bertanya, “ada apa anakku? Kenapa raut mukamu nampak sedih?”

“Iya ustad…saya sedang bingung…Kenapa Allah menimpakan banyak masalah pada keluarga saya? Saya merasa beban hidup yang saya alami ini terlalu berat…”

Pak ustad tersenyum mendengar pengakuan santrinya. Kemudian beliau berkata, “Kalau seandainya kamu memiliki satu gelas kecil air, kemudian kamu tambahkan ke dalamnya 2 sendok garam…kira-kira rasanya seperti apa?”

Si santri bingung mendengar pertanyaan dari ustad, tapi kemudian ia menjawab, “asin ustad…tapi… apa hubungannya dengan masalah yang saya hadapi?”

Pak ustad kembali tersenyum dan memberikan pertanyaan lagi, “kalau seandainya danau yang ada di dekat pesantren kita ini kamu tambahkan ke dalamnya 2 sendok garam, apakah rasanya juga akan asin?”

“He…ustad suka bercanda…jelas tidak akan asin, air di danau itu sangat banyak…sedangkan garam yang saya masukkan hanya 2 sendok, terlalu sedikit untuk membuat air danau menjadi asin.” jawab si santri sambil tersenyum.

(Teks asli dalam bahasa Jawa…ini sudah diterjemahkan, he…)

……………………………………………………………………………………………………………………………………………

Dulu bapak sering ngasih cerita itu kalo ela lagi nggrundel (mengeluh) ketika menghadapi masalah (pas lagi berantem sama sodara, ga bisa ngerjain pr, dimarahin mama, ga dibeliin baju baru, and so on…he…). ela masih inget, bapak bilang begini, “Nduk, wong urip kuwi ra bakal iso ucul seko masalah. Tergantung awake dhewe, piye le arep nanggepi. Digawe angel iso, digawe gampang, yo iso wae…manut pikirane dhewe-dhewe. Ndhuwea ati sing jembar kaya segara, ben pikiranmu ki padang…dadi iso ngadepi masalah kanti tenang, ora grasa-grusu…lak kepenak to? Nek atimu ki ciyut, masalah cilik we iso marakke stres…. masalah ning donya kuwi sakjane mung siji, yoiku nek awake dhewe ra iso nggawe ridhone Allah…masalah tenan kuwi…. Nek Allah ridho, yo wis kuwi ra dadi masalah….ho’o to nduk?

(tenang2, ni ada translatenya….” orang hidup itu tidak akan pernah lepas dari masalah. Tergantung bagaimana kita menanggapinya. Mau dibikin susah bisa, dibikin mudah juga bisa. Terserah pemikiran masing-masing. Milikilah hati yang luas seperti samudra, biar pikiran jadi jernih, sehingga bisa menghadapi masalah dengan tenang, tidak terburu-buru dan tertekan….enak kan? Kalo hatimu sempit, masalah kecil saja bisa bikin stres….masalah di dunia ini sebenarnya cuma satu, yaitu ketika kita tidak bisa membuat Allah ridho…kalau Allah ridho, ya sudah itu bukan masalah.”)

Hm…pernah baca buku Setengah Isi Setengah Kosong? Mungkin maksud cerita di atas hampir sama maknanya dengan judul buku ini. Gelas yang berisi air hanya setengahnya dapat dipandang isinya tinggal setengah…tapi juga bisa masih ada setengah. He…tapi kayaknya lebih enak dengar “masih ada setengah ni…”. Ada suatu pengharapan di dalamnya dan itu akan menimbulkan sebuah semangat baru. Berat atau ringannya suatu masalah tergantung cara kita merespon. Terkadang masalah menjadi semakin rumit karena kita sendiri yang bikin rumit. Iya ga?

Seringkali kita bertanya, “kenapa sih aku dikasih masalah kayak gini?” Dan kita merasa bahwa kita adalah orang yang paling menderita di dunia. Padahal, masalah yang sekarang sedang kita hadapi tu dah ada dalam skenario Allah. Allah memberikan masalah sepaket dengan solusinya. Dan bukan hal yang sulit bagi Allah untuk memudahkannya. Hanya saja, Allah ingin melihat seberapa besar kesungguhan kita dalam menghadapinya. Percaya deh, setelah hujan dan badai yang menimpa, akan ada pelangi indah yang muncul dan membuat kita tersenyum.

Dalam surat Al-Insyirah ayat 6 Allah berfirman bahwa sesungguhnya di dalam kesulitan itu ada kemudahan. Di dalam ayat tersebut sudah jelas bahwa di balik semua masalah yang Allah berikan selalu ada solusi dan hikmah yang akan kita peroleh jika kita mau mencarinya. Oleh karena itu, lapangkanlah hati kita seluas samudra, sehingga bisa menghadapi masalah dengan pikiran yag tenag, sabar , dan senantiasa berharap pada Dzat yang memegang hidup dan mati kita, Allah SWT. Amin…………

Semangat kawan-kawan……!!!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: