Belajar Dari Berbagi

Oleh : Soraya Mahani (Biologi 2007)

Berawal dari program yang terus-menerus tidak berjalan karena suatu alasan yang cukup dapat dimaklumi. Kami, Al-hayaat, akhirnya menyelenggarakan kegiatan ini. Kegiatan yang didasarkan atas kepedulian sosial yang berlangsung semalam di Bulan Suci Ramadhan, karena itu kami menamai kegiatan ini sebagai Ramadhan Dengan Mereka. Kegiatan ini berlangsung di Ciroyom, yaitu di rumah singgah sahaja. Targetnya adalah anak-anak jalanan yang tinggal di sekitar Ciroyom. Dengan berbekal makanan buka dan sahur, kami bekerjasama dengan kepala sekolah dan badan pengurus rumah singgah tersebut untuk mengumpulkan anak-anak jalanan dan dapat berbagi cerita bersama selama semalam.

Rumah singgah sahaja ini seperti gubug kios yang terletak ditengah-tengah pasar Ciroyom dan dekat dengan rel kereta api. Ukurannya hanya 2,5 x 3 meter dan Continue reading

Anak Jalanan dan Berjuta Persepsi

Oleh : Sidiq Pambudi (Biologi 2007)

Negatif (kurang ato apalah), itu dari dulu yang saya pikirkan kepada mereka. Baik itu dari gaya hidup, perilaku, pikiran, kebiasaan atau apalah yang ada hubungannya dengan mereka. Namun sambutan dan tegur sapa mereka yang hmmm,,, menurut saya hangat untuk orang-orang seperti mereka, cukup mengherankan. Selain itu saya tidak mendengar bahwa mereka dekat dengan hal-hal yang berbau kriminal seperti mencuri dll. Namun tidak jarang juga mereka ditindas/di ‘palak’ oleh sesamanya yang umurnya lebih tua.

Saat pertama datang saya bingung mereka ini mau diapakan oleh kalian, pikirnya sih Cuma buat buka, tidur + sahur bareng atau mungkin mengajarkan moral dan kebiasaan yang benar kepada mereka. Saya lihat jumlahnya mereka Continue reading

Anak jalanan dan Tuntutan Kepedulian

Oleh: Nadia Juli Indrani (Biologi 2007)

“Fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh negara.”

(Pasal 34 ayat 1 UUD 45)

Untaian kata-kata pada pasal 34 diatas pastinya sudah sering kita dengar saat guru-guru PPKN atau PMP atau apalah namanya sekarang mengajar di sekolah dasar. Yah sebuah kalimat “Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh Negara” yang kenyataannya masih diragukan. Sabtu kemarin (5 September 2009) sebuah organisasi keislaman Al-Hayaat SITH ITB mengadakan sebuah acara buka dan sahur bersama anak-anak jalanan Ciroyom. Acara yang semula dikira biasa saja ini ternyata mengungkap sebuah fakta yang mengiris sanubari hati.

Saat pertama menjumpai anak-anak jalanan, kesan pertama yang ditimbulkan adalah mereka kotor, dekil, dan bau, bau tanah, bau keringat, dan bau lem. Lalu aku memasuki sebuah rumah kayu kecil yang aku kira itu sebuah rumah lesehan ternyata itu adalah sebuah rumah belajar, Rumah Belajar Sahaja. Di dalam rumah itu terlihat beberapa tumpukan buku dan sebuah papan tulis tempat sang pengajar dan para murid belajar, ternyata Continue reading

Sajak Untukmu

Oleh: Okta Noviantina (Biologi 2007)

Langkah kaki ini dibawaNya ke tempat itu. Sebuah peringatan, sebuah penyadaran nikmat yang dilupakan, sebuah kontemplasi tentang kehidupan. Semilir angin membawa bau yang kian tercekat. Segerombol anak duduk di tepian gundukan sampah, sambil bersenda gurau,tak hiraukan bau yang keluar dari gundukan sampah di sisi mereka. Ya, karena disanalah mereka hidup.

Maka, nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?”

Pasar Ciroyom, masih menyisakan tempat untuk Continue reading

Anak Jalanan Ciroyom

Oleh : Dodi Ade Wahyu (Mikrobiologi 2008)

Pasar, selain sebagai tempat terjadinya transaksi jual beli ternyata juga menyimpan banyak realita mengenai kehidupan anak jalanan, diantaranya Pasar Ciroyom. Saat saya menemui anak jalanan di Pasar Ciroyom, di dalam hati saya bertanya-tanya darimana mereka berasal dan mengapa mereka bisa menjadi seperti itu.

Permasalahan anak jalanan ternyata cukup kompleks. Hal pertama yang akan kita perhatikan saat pertama bertemu mereka adalah kebiasaan “ngelem” mereka. Entah darimana kebiasaan ini bermula. Hampir semua anak jalanan ini terbiasa menghirup lem sejenis Aibon setiap harinya. Hampir semua, dari yang masih anak-anak sampai yang besar. Kebiasaan “ngelem” sudah menjadi Continue reading

Dilema: bahagia, biasa saja, atau malah menderita

Oleh: Seseorang-yang-namanya-minta-dirahasiakan

Kalo lagi ngebaca sejarah dan cerita-cerita seputar rumah tangga Nabi Muhammad dan istri-istri beliau, bawaannya mau senyum-senyum aja sendiri…. (mungkin ilustrasi lebih jelasnya seperti dah kayak orang ga waras, dengan wajah yang mupeng)

Biasanya suka dikatain sama temen “dasar Hanip!”

Artinya?

Cari sendiri aja lah, malu saya ngartiinnya…

Cerita-cerita indah, whoooho, siapa yang ga sabar sih kalo udah denger cerita kayak begitu, pasti malemnya bawaannya ga bisa tidur nyenyak, dan ngiri sama kakak kelas yang dah ngeduluin, atau mungkin ekstrimnya malah ngiri sama mamah papah sendiri….

Parah itu mah,,,,

tapi selaku wanita yang beriman (ehem), sempet kebayang juga, kalau nanti harus menghadapi ujian yang namanya poligami…

Widih, jujur aja, saya sendiri masih mengalami sindrom aneh setiap mandengar kata-kata ini…nama sindromnya “Sudden paralize“

Abis denger kata ini, bawaannya langsung diem aja,dan mikir rada lama…

Kenapa mikir rada lama?

Karena sejujurnya hati ini berperang antara menyetujui dan menentang…

Berat, berat….

Sebenernya sih bahasa Indonesianya harusnya poligini, sebab poligami itu berarti adanya pernikahan dengan pasangan yang lebih dari satu, entah suami yang punya banyak istri, ataukah justru istri yang mempunyai banyak suami….

Jadi harusnya saya ga usah takut-takut amat pas denger kata poligami, kan kemungkinannya bisa aja istrinya yang punya banyak suami (wheleh-wheleh, ntar susah ngurusinnya. Lagian orang setia emang ga tega kalau harus mendua apalagi meniga ,,, naon deuih)

Poligami sendiri memang diperbolehkan dalam Islam

Seperti dalam Surat An-Nisaa ayat 3, menerangkan bahwa diperbolehkan bagi laki-laki untuk memperistri wanita maksimal empat orang…..

Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), Maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi : dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, Maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.“ (An-Nisaa : 3)

Di ayat ini diterangkan adanya perlakuan yang adil. Mungkin artiannya kayak gini, jika takut gak bisa berbuat adil, ya kawinnya sama satu wanita aja. Gitu.

Nah, ada golongan orang yang menentang poligami dengan alasan dari ayat berikut:

Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara isteri-isteri(mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian, Karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai), sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung. dan jika kamu mengadakan perbaikan dan memelihara diri (dari kecurangan), Maka Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.“ (Qs An-Nisaa 129)

Hmm, dari dua ayat ini mungkin ditarik kesimpulan, kalau mau mengawini lebih dari satu wanita, kamu harus adil, tapi di surat yang lain disebutkan kalau manusia tidak pernah bisa adil. Jadi, kesimpulannya ya jangan poligami aja.. heheh (kesenengan)

Oalah koq jadi bingung…..

Percaya Al Quran itu perfect?

Percaya

Kalau begitu pasti akan ada penjelasan yang logis buat 2 ayat yang saling berkontradiksi ini. Ga mungkin kan antara ayat yang satu dengan ayat yang lain saling bertolak belakang….. Ya engga?!

Jadi gini, kalo sebenernya manusia itu memang gak bisa untuk adil dari masalah hati. Biarlah hati itu urusan Allah. Adil yang sifatnya fikriyah ga wajib untuk selalu di buat adil, karena ini adalah fitrah, Allah yang ngatur. Tapi kalau urusan yang sifatnya jasadiah, manusia wajib adil.

Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) Karena Allah, menjadi saksi dengan adil. dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. berlaku adillah, Karena adil itu lebih dekat kepada takwa. dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.” ( Qs Al Maidah 8 )

Tuh kan, disebut-sebut mulu kata adil, dan perintah untuk adil. Jadi sebenernya, manusia memiliki potensi untuk berlaku adil. Tapi kembali lagi, karena masalah hati itu bukan manusia yang mengatur, jadi unutk adil di urusan yang satu ini biarlah menjadi urusan Allah. Wong Nabi Muhammad aja ketika ditanya oleh sahabat mengenai siapa orang yang paling dicintainya pada masa itu, dia menjawab bahwa wanita yang paling dicintainya pada saat itu adalah Aisyah, dan laki-laki yang dicintainya pada saat itu adalah Abu Bakar. Tuh kan, Muhammad, insan yang paling mulia, pemimpin yang paling T-O-P B-G-T aja ga sanggup adil dalam urusan hati. Jadi tenang saja.

Lho tenang gimana, karena penjelasan barusan mematahkan alasan kebanyakan wanita yang menolak dipoligami. Ya saya juga ga tenang, ya tapi memang itu penjelasannya.

Sampai saat ini saya masih mengira-ngira apa yang saya lakukan kalau dapet cobaan macam begini. Mungkin akan……gak tau deh. Gak mau mikirin. Soalnya, orang dengan sifat posesif kompulsif, dan melankolis kayak saya mungkin udah jelas apa yang bakal dilakuin. Yang kepikiran sih baru satu, nangis (dasar cengeng). Heheh, simpel amat yak.

Gimana kalo minta cerai aja?

Memang ada kesempatan buat wanita untuk meminta cerai, atau namanya khulu’. Tetapi harus didasari oleh suatu yng syar’i, misalnya KDRT, atau lain sebagainya. Bukan karena di poligami yang jelas-jelas diperbolehkan oleh agama, dengan syarat dan ketentuan berlaku, pastinya….

Diri saya pribadi sebenarnya masih belum tau apakah saya bisa menerima bila itu terjadi pada diri sendiri. Cuma waktu yang akan menjawab (mudah-mudahan ga ngerasain deh, heheh…=p). Tapi kesimpulan dari tulisan kali ini adalah bahwa poligami itu boleh tapi dengan syarat dan ketentuan yang berlaku, dan akan ada bergunung-gunung kemuliaan yang insya Allah seorang wanita akan dapatkan ketika ia sanggup bertahan pada kondisi sulit tersebut.

Saya harap sih akan ada postingan mengenai poligami, tapi yang mengangkatnya tetap satu spesies dengan saya, tapi beda jenis (jantan maksudnya). Biar akan ada brain storming. Misal, sebenernya laki-laki itu tega ga sih menduakan wanita…. (heheh,,,), gak kasian apa, dan lain sebagainya.

Mohon maaf pabila ada kata-kata yang tidak berkenan, sesungguhnya yang salah datangnya dari diri saya pribadi yang dhoif, dan yang benar datangnya dari Allah. Semoga kita semua dapat mengambil manfaat dari tulisan ini.

Jangan lelah untuk menjadi lebih baik dari hari kemarin.

Ini Perjuanganku, Kawan!

Oleh : Nadia Julia Indrani (Biologi 2007)

Salah satu proker dari divisi eksternal Al-Hayaat adalah menyelenggarakan acara-acara yang bersifat insidental, salah satunya adalah dengan mengadakan acara yang bertemakan Maulid Nabi Muhammad SAW. Acara ini berisikan cerita Nabi Muhammad mulai dari Beliau lahir hingga beliau meninggal juga kedudukan islam pada saat itu. Demi terwujudnya acara ini, para Al-Hayaaters berjuang, bekerja sama, bahu membahu, mengeluarkan keringat, darah, dan air mata..(lebay!!!).. Karena kita ingin acara ini sukses dengan megahnya maka diputuskan kita mulai mendekor dari tanggal 8 – 9 Maret 2009, namun banyak banget kejadian-kejadian yang unpredictable, unbelieveable, dan unforgetable.. lets look…

Tangal 8 Maret 2009

Rencananya anak-anak internal pada ngadain acara lari pagi sekaligus sharing dan foto-foto. Ceritanya sih ngajak ngumpul jam 06.30 WIB, tapii yah seperti biasa pada ga tau kemana anak-anaknya, bahkan acaranya dibatalkan karena Sabuga sedang digunakan untuk acara Dies Emas ITB.. Okey, terus jam 09.00 ceritanya (lagi..) akan ada dekor lorong untuk acara “Menelusuri Jejak Nabawi”. Akhirnya saat itu, aku, teh gita, teh hida, teh afril, teh lala, teh icha, ke kebab ketemu ama kang Pai dan Jamjam yang mau ngumpul dekor juga. Tik…tik..tik…jam terus berdetik hingga pukul 09.17 WIB, lalu terjadilah percakapan konyol antara aku, Jamjam dan kang Pai:

Jamjam : Ini teh pada jadi ngumpul ga sih??

Kang Pai : Ga tau tuh, si gibran gimana? Coba dihubungi deh..

Nadia : Lho? Bukannya gebi ke jakarta yah? Cuma ga tau udah pulang ato belumm..

Kang Pai n Jamjam : HAH!!!! (barengan spontan..)

Nadia : Iya, lagian sekarang mah yang mimpin rapatnya Dewi..

Kang pai : Terus Dewinya mana?

Nadia : Izin mau ada gladi bersih Opera Ganesha.. (ngomong dengan sangat lempengnya..)

Kang pai n jamjam : HAH??… (lagi..bersamaan dengan spontan..)

Nadia : hahaha…lagian sekarang si Oya PJS-nya..

kang pai : Terus Oyanya mana??

Nadia : masih bingung mau dateng apa engga soalnya kakanya sakit…

Kang pai n jamjam : WADUH…trus gimana ni..

Nadia : (tertawa terbahak-bahak..)

Kurang lebih seperti itu aku lupa detailnya…

Liat betapa sudah terlihatnya ketidakjelasan acara hari ini…

Akhirnya jamjam telepon Gibran..blablabla…akhirnya kita tau bahwa PJ hari ini tuh si Oji. Dan ojinya??? Ke jakarta ke rumah om-nya…yuuu… Yeahh..

Intinya hari ini tidak jelas!!!! Yah daripada buang waktu akhirnya aku ama Jamjam ke kebab dan kang Pai ke lab mau apa gitu lupa…. Ternyata Oya udah dateng, ada kang Indra, kang Tomo, kang Priza, kang Fajar (ada ga ya??), Deti, Ela, Ochad dan 4 anak 06 yang tadi mulai nunggu tukang bambu dan akhirnya dateng juga. Sumpah saat bambu dateng bener-bener ga jelas ini mau diapain, kita semua bingung asa nge-blank. Mau buat hiasan gak jelas ntar mau kaya apa, mau ngegambar gambarnya terlalu detail dan anak-anak pada gak jago ngegambar, Gebi-Dewi-Oji yang tau konsepnya pada ga ada, logistik kurang, mau nempel koran, korannya sedikit, agghhtt pusinglah saat itu teh. Akhirnya kita memutuskan gambar diprint aja, bambu diiket ama tambang, dan nempel koran seadanya, logistik yang gak ada dibeli ama kang tomo,, blablabla… Ternyata mendirikan bambu itu susahnya ya ampun, dan ditengah-tengah kerjaan si Gebi sms dengan polosnya “nad udah ampe mana progresnya??” haha.. Saat aku bacain smsnya ke anak-anak mereka langsung nafsu kesel kali ya ama ketuanya. Karena udah sore, hujan ga berenti-berenti, dan kita ga mau kerjanya sia-sia akhirnya ide-ide muncul untuk menyangga itu bambu, dibela-belainlah kita ujan-ujanan demi acara yang bisa dipersembahkan secara total: mengikat bambu dengan tali. Udah sore ampir jam 5 akhirnya kegiatan dihentikan karena anak-anak pada ga makan siang, keujanan, cape juga lah, sempet ada kekesalan pada oknum-oknum yang ga dateng tapi ya sudahlah.. Akhirnya besok diputuskan kumpul jam 8 pagi..

Tanggal 9 Maret 2009

Yups, acara harusnya mulai pada jam 8 cuma pada ngaret seperti biasa. Sampai akhirnya kerja dimulai jam 9 kurang. Mulai dari ngecat koran, nyambung lagi biar panjang, gunting plastik biar panjang, buat pohon kurma, buat onta, gunting gambar, ditempelin, bikin ilustrasi pintu, dan yang ikhwan menyusun bambu yang ternyata emang susah banget, hasil kerja yang kemaren dibongkar lagi, sekarang dipaku, di kasih semen, dll deh ga begitu ngerti dan sampai jam 19.00 WIB ini belum selesai, karena sekali lagi hujannya sangat besar dan ikhwannya pun sampai hujan2an.. Keren banget effort mereka untuk acara ini mengingat besok banyak tugas. yah karena sudah malam akhirnya akhwat-akhwat pulang duluan dan finishing dilakukan oleh ikhwan. Dari sumber yang didapat, ikhwan kerja sampai jam 12 malem nempel background, nempel segala macemlah dan berjanji mau balik lagi kesana secepatnya setelah pulang, namun kenyataannya hanya Gibran seorang yang balik lagi saat itu, sendiri di kebab ditemani angin dan gelapnya malm, yang lain pada tidur dikostannya…hehehe..sabar ya Geb…dengan bersusah payah Gibran menelpon ikhwan-ikhwan namun tiada mendapat jawaban hingga pukul 03.00 Gebi pergi ke kostannya Oji untuk ngeprint materi, balik lagi ke kampus untuk ngerjain laporan Protum diaman rata-rata Al-Hayaaters pada belum,,, parahnya protum ini mulainya jam 8 pagi, jadi otomatis pada bolos Supertum dan ngerjain laporan di kebab..

intinya kerja kemarin belum selesai…

10 Maret 2009

harusnya acara ini sudah dibuka untuk umum tapi background belum terpasang, materi belum terpasang, anak-anak belum siap dan terlihat sekali pada cape. Kuliah-kuliah-kuliah, sampailah jam 15.00 WIB. Cuaca masih bagus, angin sedang-sedang saja, karena hanya aku dan Dewi yang ga ada kuliah maka kita memutuskan untuk melengkapi materi yang belum ada, lagi asik-asik ngegunting terdengar suara Adzan Ashar. Di tengah-tengah adzan ada angin yang gedeeeeee banget yang ngebuat tuh bambu jatuh,,, iya bambu yang sudah terpasang dan terganjalkan batu itu roboh, robohnya lebih sedih daripada robohnya surau kami… aku dan Dewi hanya bisa melihat dan terdiam. Beberapa detik terlewati hanya bisa diam sambil menatap bambu dan plastik yang sudah ga paparuguh, hujan mulai turun, loading antara aku dan Dewi 1 level yaitu kita lemot banget bingung. Akhirnya, bingung mau ngapai, aku sms sang ketua “Geb…roboh Geb..tertiup angin..sedih ni..” akhirnya Angga dateng dan dengan cepatnya dia ngebenerin plastik-plastiknya aku ama Dewi ngebantuin aja, dan tiba-tiba Gibran dateng ngebela-belain keluar dari kelas, sedih bangetlah. Kerja 2 hari???? Tapi ditengah-tengah keadaan yang kaya gini si angga ama si gibran sempet-sempetnya becanda. Yah, sepertinya keringat kemarin hilang terbawa angin, hilang tersapa hujan, hanya tersisa di kenangan-kenangan masing-masing, hanya ada di pikiran masing-masing, sedih namun bahagia, sedih namun gembira, sedih namun harus bagaimana lagi????

Yah, akhirnya diputuskan bahwa pemakaian lorong dibatalkan dan materi-materi ditempel pada pilar-pilar kebab saja. Sebenernya agak nyesek juga karena,,, kerja 2 hari kemarin untuk apa dong???

11 Maret 2009

Yah sampai saat ini pun acara di kebab belum dapat diresmukan dibuka, saat materi sudah tertempel, hiasan sudah dipasang, gambar sudah terpajang ntah apa lagi yang membuat acara ini belum dibuka juga.. Mudah-mudahan acara ini membawa berkah bagi kita semua, segala kegagalan dijadikan pelajaran, segala kerja keras dan upaya dapat diberi ganjaran oleh Allah SWT, semoga segala hambatan dapat terselesaikan, Insya Allah karena kita semua ingin meraih ridhoNya kan??

Yah, sekianlah yang bisa saya ceritakan, mohon maaf kalo ada salah, karena tulisan ini dibuat hanya dari sudut pandang saya sebagai penulis.

Semoga Allah terus meridhoi jalan ini. Semoga Allah memberi berkah dari apa-apa yang kita kerjakan.

Terus berjuang kawan, jalan ini masih panjang, masih banyak rintangan dan cobaan yang akan dihadapi… Tetep semangat yah. Karena kita adalah tim, bekerja sama-sama bukan sama-sama kerja. Hihihi..

Karena kita keluarga..

karena tujuan kita hanya surgaNya kan??

jazakallah…