Ingatlah Allah

Oleh : Elgi Firaz (Biologi 2008)

Diambil dr La Tahzan By Dr Aidh Al Qarni
Kejujuran itu kekasih Allah. Keterusterangan merupakan sabun pencuci hati. Pengalaman itu bukti. Dan seorang pemandu jalan tak akan membohongi rombongannya. Tidak ada satu pekerjaan yang lebih melegakan hati dan lebih agung pahalanya, selain berdzikir kepada Allah.

{Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu.}
(QS. Al-Baqarah: 152)

Berdzikir kepada Allah adalah surga Allah di bumi-Nya. Maka, siapa yang tak pernah memasukinya, ia tidak akan dapat memasuki surga-Nya di akhirat kelak. Berdzikir kepada Allah merupakan penyelamat jiwa dari pelbagai kerisauan, kegundahan, kekesalan dan goncangan. Dan dzikir merupakan jalan pintas paling mudah untuk meraih kernenangan dan kebahagian hakiki. Untuk melihat faedah dan manfaat dzikir, coba perhatikan kembali beberapa pesan wahyu Ilahi. Dan cobalah mengamalkannya pada hari-hari Anda, niscaya Anda akan mendapatkan kesembuhan.

Denga n berdzikir kepada Allah, awan ketakutan , kegalauan, kecemasan dan kesedihan akan sirna. Bahkan, dengan berdzikir kepada- Nya segunung tumpukan beban kehidupan dan permasalahan hidup akan runtuh dengan sendirinya.

Tidak mengherankan bila orang-orang yang selalu mengingat Allah senantiasa bahagia dan tenteram hidupnya. Itulah yang memang seharusnya terjadi. Adapun yang sangat mengherankan adalah bagaimana orang-or• ang yang lalai dari berdzikir kepada Allah itu justru menyembah berhala- berhala dunia. Padahal,

[(Berhala-berhala) itu mati tidak hidup dan berhala-berhala itu tidak mengetahui bilakah penyembah-penyembahnya akan dibangkitkan.]
(QS. An-Nahl: 21)
Wahai orang yang mengeluh karena sulit tidur, yang menangis karena sakit, yang bersedih karena sebuah tragedi, dan yang berduka karena suatu musibah, sebutlah nama-Nya yang kudus! Betapapun,

{Apakah kamu mengetahui ada seorang yang sama dengan Dia (yang patut disembah)?}
(QS. Maryam: 65) Semakin banyak Anda mengingat Allah, pikiran Anda akan semakin terbuka, hati Anda semakin tenteram, jiwa Anda semakin bahagia, dan nurani Anda semakin damai sentausa. Itu, karena dalam mengingat Allah terkandung nilai-nilai ketawakalan kepada-Nya, keyakinan penuh kepada- Nya, ketergantungan diri hanya kepada-Nya, kepasrahan kepada-Nya, berbaik sangka kepada-Nya, dan pengharapan kebahagiaan dari-Nya. Dia senantiasa dekat ketika si hamba berdoa kepada-Nya, senantiasa mendengar ketika diminta, dan senantiasa mengabulkan jika dimohon. Rendahkan dan tundukkan diri Anda ke hadapan-Nya, lalu sebutlah secara berulang’-ulang nama-Nya yang indah dan penuh berkah itu dengan lidah Anda sebagai pengejawantahan dari ketauhidan, pujian, doa, permohonan dan permintaan ampunan Anda kepada-Nya.

Dengan begitu, niscaya Anda — berkat kekuatan dan pertolongan dari-Nya — akan mendapatkan kebahagiaan, ketenteraman, ketenangan, cahaya penerang dan kegembiraan. Dan,

{Karena itu Allah memberikan kepada mereka pahala di dunia, dan pahala yang baik di akhirat.}
(OS. Ali ‘Imran: 148)

Advertisements

1001 Kisah: Ciroyom dan Pernak-Perniknya

Oleh : Risha Amalia (Biologi 2008)

Waktu kecil (usia 4-12 tahun), apa makanan yang paling sering kamu makan? Cokelat, es krim, permen? Di mana biasanya kamu main? Taman, mall, sawah? Hmm.. Coba tanyakan kedua pertanyaan itu pada sekelompok anak-anak yang terbiasa dengan kehidupan jalanan, mungkin kita akan menemukan jawaban yang “istimewa”.

Sabtu, 5 September 2009, perkenalan pertama saya dengan sisi lain dunia kanak-kanak. “Ramadhan Bersama Mereka” menjadi acara yang membuka silaturrahim antara kita dengan adik-adik kita di Pasar Ciroyom. Continue reading

Ini yang Terbaik

Oleh : Gita Dwi Lestari (Biologi 2006)

Bismillahirrohmanirrohim,,

Kekuasaan Allah Yang Maha Menghendakilah atas segala yang terjadi pada setiap diri. Sebaik atau seburuk apapun keadaan yang terjadi pada kehidupan kita, itu hanyalah suatu persepsi yang dimunculkan oleh pikiran. Setiap kejadian terjadi atas ijin-Nya untuk suatu alasan-Nya. Keluhan tak akan membuat keadaan lebih baik. Bisa jadi sesuatu yang tidak kita sukai adalah ketetapan yang Allah pilihkan untuk kita. Bukankah hikmah dibaliknya yang lebih baik, maka tidak ada alasan lain untuk tidak meminta petunjuk-Nya atas hikmah untuk semua kejadian tersebut. Kadangkala ujian membuat kabur akan maksud sebenarnya.

‘Orang yang bersabar menghadapi ujian, menerima semua ketentuan Allah dan bersabar atas semua kesulitan, maka Allah akan menampakkan kebaikannya. Tujuannya, agar selanjutnya ia bisa memahami kemaslahatan yang tersembunyi di balik itu.’ (dikutip dari La Tahzan)

Karena setap urusan berasal dari-Nya dan kembali pada-Nya, maka tak ada pilihan lain dalam menjalani hidup ini selain ikhlas atas ketetapan-Nya dan cukuplah Allah sebagai Penolong.

Tak jarang hati ini gusar saat sesuatu berjalan tak sesuai dengan harapan, maka carilah ketenangan bersama Rabb.

“Ingatlah hanya dengan mengingat Allah hatimu akan tentram”

Pintu hikmah akan terbuka saat prasangka baik tertuju pada Allah.

“Aku sesuai dengan prasangka hamba-Ku kepada-Ku maka berprasangkalah ia kepada-Ku sesukanya.”

Saat ketukan itu tidak cukup kuat untuk membuka pintu-Nya, Allah mempunyai jawabannya untuk waktu yang tepat. Bersabar adalah sikap yang diutamakan..

“Sesungguhnya, hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas”. (Az-Zumar:10)

Muhasabah diri atas apa yang telah terlewati pun menjadi hal yang patut dilakukan.

Dari Ma’qal ibn Yasar, Rasulullah saw bersabda,’ Rabb kalian Yang MahaSuci lagi MahaTinggi  berfirman,”Wahai anak Adam, luangkanlah waktumu untuk beribadah kepada-Ku, niscaya Aku akan isi hatimu dengan rasa kaya dan akan Aku penuhi tanganmu dengan rezeki. Wahai anak Adam, janganlah kalian menajuhi Aku, hingga Aku isi hatimu dengan kefakiran dan Aku penuhi tanganmu dengan kesibukan.’

Astagfirullohal’adzim, barangkali kesibukan yang selama ini meliputi kita akibat kealpaan diri ini mendekat pada-Nya.

YaAllah Yang Maha Membukakan, Bukakanlah Hikmah sebesar-besarnya atas semua yang tejadi dalam kehidupan kami. Engkaulah sebaik-baik tempat Bergantung, Engkaulah Yang Maha Mengetahui Yang Gaib, Engkaulah Yang Maha Pengasih lagi Penyayang, maka janganlah pernah Kau Tinggalkan kami YaAllah..

Burung-burung Bandung

Oleh : Arni Rahmawati (Biologi 2007)

Assalaamualaikum Wr.Wb.

Pada masih inget cerita Nabi Sulaiman, kan? Masih inget juga, gak sama salah satu binatang yang ikut berperan di dalam cerita itu?

Yup! Kalo ada yang ngejawab burung hud, jawabannya tepat banget!!!

Dan inilah tema kita kali ini. Burung Bandung dan Bird Watcher-nya.

Burung adalah semua binatang yang termasuk ke dalam kelas aves. Sebagian besar anggotanya memiliki kemampuan terbang akibat spesialisasi forelimb-nya menjadi struktur sayap. Namun, kemampuan terbang dari setiap anggota kelas ini tentu berbeda-beda. Contoh: penguin tidak bisa terbang, namun bisa berenang. Hal ini berkaitan dengan perbedaan perkembangan struktur pendukung lainnya, seperti kekuatan otot (jantung), kondisi paru-paru dan bentuk aerodinamis tubuh. Sebagai faktor eksternal, lingkungan yang menjadi habitat bagi setiap spesies juga bisa memberi pengaruh, karena lingkungan bisa men-trigger adaptasi dari spesies tersebut.

Jenis-jenis burung begitu bervariasi, mulai dari burung kolibri yang kecil mungil hingga burung unta, yang lebih tinggi dari orang. Diperkirakan terdapat sekitar 8.800 – 10.200 spesies burung di seluruh dunia; sekitar 1.500 jenis di antaranya ditemukan di Indonesia.

Berdasarkan persebaran dan habitatnya, burung bisa dibedakan menjadi 4 kelompok besar sebagai berikut.

  1. Burung pantai dan pesisir (pantai, hutan mangrove, hutan pesisir, dll).
  2. Burung hutan dataran rendah
  3. Burung hutan dataran tinggi dan pegunungan
  4. Burung daerah terganggu (desa, kota, taman, kebun)

Nah … Bandung, kota kita tercinta ini, termasuk ke dalam wilayah dataran tinggi dan pegunungan. Jadi, kalau kita mengamati burung di wilayah hutan di sekitar Bandung, seharusnya burung dari kelompok ketigalah yang ada di wilayah tersebut. Namun, karena wilayah di sekitar Bandung lebih banyak merupakan wilayah terganggu, maka burung kelompok empatlah yang biasanya lebih banyak kita temukan.

Berikut adalah beberapa jenis burung yang biasa terdapat di Kota Bandung dan sekitarnya.

  1. Pipit (Lonchura leucogastroides)
  2. Kacamata biasa (Zosterops palpebrosus)
  3. Burung Madu Kuning (Nectarinia jugularis)
  4. Betet (Psittacula alexandri)
  5. Cabe jawa (Dicaeum trochileum)
  6. Gelatik batu (Parus major)
  7. Tekukur (Streptopelia chinensis)
  8. Kutilang (Pycnonotus aurigaster)
  9. Walet sapi (Collocalia esculenta)
  10. Caladi tilik (Piccoides moluccensis)
  11. Cinenen kelabu (Orthotomus ruficeps)
  12. Wiwik kelabu (Cacomantis merulinus)
  13. Kerak kerbau (Acridotheres javanicus)
  14. Ungkut-ungkut (Megalaima haemacephala)
  15. Caladi ulam (Dendrocopus macei)
  16. Serindit jawa (Loriculus pusillus)
  17. Cinenen pisang (Orthotomus sutorius)
  18. Wiwik Incuing
  19. Burung Gereja Eurasia (Passer montanus)
  20. Puyuh batu (Turnix suscitator)
  21. Koak (Nycticorax nycticorax)
  22. Kerak ungu (Acridotheres tristis)
  23. Punai pengantin (Treron sp.1)
  24. Punai lenguak (Treron sp.2)
  25. Merpati batu (Columba livia)
  26. Dll.

Bagi peminat bird watching, terdapat beberapa hal yang harus selalu diperhatikan selama mengamati burung.

  1. Tidak memakai pakaian dengan warna mencolok. Burung memiliki sensitivitas yang tinggi terhadap rangsang visual. Burung dengan mudah akan menghindar jika melihat objek dengan warna mencolok. Karena itu, usahakan untuk selalu memakai pakaian dengan warna gelap (hitam, hijau tua, dll) selama pengamatan.
  2. Tidak ribut. Burung juga sensitif terhadap suara. Meskipun burung yang diamati termasuk ke dalam kelompok burung daerah terganggu, ribut selama pengamatan tetap merupakan metode ampuh dalam mengusir burung. Karena itu, keep silent is the best.
  3. Jaga jarak. Amati dari jarak yang cukup dekat untuk bisa mengamati burung dengan optimum. Namun, tetap jaga jarak dalam kisaran aman, sehingga burung tidak merasa terganggu.
  4. Bawa alat pendukung seperlunya. Usahakan untuk membawa binokuler ataupun monokuler. Alat tersebut akan sangat membantu untuk mengamati burung yang berada dalam jarak pandang cukup jauh. Selain itu, penggunaan kamera beserta lensa tele juga akan sangat membantu untuk dokumentasi hasil pengamatan. Perlengkapan lain yang bisa dipakai adalah note dan alat tulis lain untuk mencatat. Tapi jangan terlalu banyak membawa barang karena akan membebani kita selama pengamatan.
  5. Lainnya: coba tanya bird watcher di sekitar kamu. Di Bandung ini, kamu bisa menghubungi komunitas bird watche seperti Bicons dan KPB yang ada di SITH-ITB.

Hidup Burung!!!

Wassalam

Membakar Uang Demi Kenikmatan Sesaat

Oleh : Nur Isna (Biologi 2007)

Kalau teman-teman diminta membakar uangnya demi suatu hal yang merugikan kesehatan tubuh, mau melakukannya tidak? Tentu saja tidak kan. Karena bukan hanya kesehatan saja yang dirugikan, tapi keadaan kantong juga. Hehe..:D Daripada seperti itu, lebih baik uangnya ditabung atau digunakan untuk memenuhi biaya hidup teman-teman, apalagi anak kosan atau asrama. Tapi, tahukah kalian? Masih ada saja orang yang mau melakukan hal itu, baik sadar maupun tidak. Oh ya? Iya, dan bukan cuma segelintir orang yang melakukan hal itu. Orang-orang seperti itu dapat dijumpai cukup sering loh! Sebenernya apa sih yang sedang saya bicarakan ini? Mungkin itu yang ada di pikiran teman-teman skearang ya. Okay, to the point aja ya..Yang sedang saya bicarakan itu adalah MEROKOK!!!

Merokok bisa diibaratkan membakar uang demi hal yang sia-sia. Orang yang membeli rokok hanya membelinya untuk dibakar saja, sama seperti membakar uang. Memang sih biasanya orang membeli rokok tidak hanya untuk dibakar namun juga untuk dihisap. Tapi, ada juga orang-orang yang tidak menghisapnya. Cukup dengan membakar sebatang rokok, perasaan mereka bisa menjadi tenang. Entahlah, mungkin karena aroma rokok yang telah melekat di hidung dan otak mereka sehingga otaknya telah terstimulus menjadi lebih rileks bila mencium aroma rokok. Padahal tidak sedikit dari mereka yang mengerti bahayanya merokok. “Berasa ada yang kurang kalo sehari gak ngerokok.”, begitu pendapat beberapa orang teman saya yang seorang perokok. Bagi mereka, rokok sudah seperti candu. Baru bisa rileks kalau sudah merokok, baru bisa PD kalau sudah merokok, adalah beberapa alasan dari orang-orang untuk tetap merokok meskipun mereka sadar risiko merokok.

Menurut saya, orang yang merokok adalah orang yang egois, apalagi kalau merokok di tempat umum. Kenapa saya bisa berkata seperti itu? Karena orang yang merokok biasanya tidak memikirkan perasaan orang lain yang tidak suka dengan bau dan asap rokok. Yang ada di benak mereka biasanya, “Ah, biarin..yang penting saya senang merokok!”. Rasanya paling greget kalau orang yang merokok di dalam angkutan umum dan asapnya ditebar kemana-mana. Iiiih, bawaannya pengen ngejitak orang itu. Gimana kalo ternyata di dalam angkutan umum itu ada seorang penderita asma dan dia tidak tahan terhadapa asap rokok. Kalo asmanya kumat dan parah, berani tanggung jawab??

Terkadang saya memberikan kode secara tidak langsung bahwa saya tidak suka dengan rokok. Bila seorang perokok merokok di angkutan umum, saya langsung batuk-batuk. Bukan pura-pura, tapi memang asap rokok terasa menusuk dan menyakitkan untuk paru-paru saya. Bikin tenggorokan gatal dan pengen batuk buat mengeluarkannya. Alhamdulillah dengan cara saya itu ada sebagian orang yang mengerti dan langsung mematikan rokoknya. Tapi itu cuma sebagian kecil, sisanya? Wuiiihh..malah makin dahsyat dia mengepulkan asap rokoknya. Serasa mendapat tantangan dari saya. Orang-orang seperti itu yang membuat saya harus semakin rapat menutup mulut dan hidung, serta mengurut dada. Yah, saya pikir sih ini salah satu kesempatan untuk beramal dengan bersabar:D Tapi, kadang kalo memang sedang jengkel, di otak saya terpikir beberapa ide kriminal sperti ingin rasanya memasukkan rokok itu ke mulutnya. Kan kasihan kalo dia sudah membeli rokok, tapi asapnya dibuang-buang, mending ditelan saja biar puas..puas..puas…hehehehe:P

Budaya merokok nampaknya tidak bisa lepas dari kehidupan orang Indonesia. Liat saja di stasiun tivi, kalau mewawancarai seseorang, meskipun rakyat kecil namun mereka tetap dapat merokok dan menampakkan hal tersebut di depan kamera. Sepertinya kebanyakan orang lebih memilih tidak makan daripada tidak merokok. Padahal manfaat di balik rokok itu hampir tidak ada bila dibandingkan dengan manfaat makanan. Anehnya, meskipun kampanye anti merokok cukup gencar, namun jumlah orang yang merokok tetap saja banyak. Dan yang paling penting, meskipun telah diciptakan undang-undang anti merokok di fasilitas umum, seperti kendaraan umum, pada kenyataannya masih banyak saja orang yang melanggar. Seakan-akan peraturan hanyalah formalitas belaka, tanpa ada tindakan lebih lanjut.

Merokok diidentikkan dengan kejantanan, berani, dan gagah. Padahal dibalik itu semua, merokok hanya akan merusak kesehatan, terutama bagi kaum wanita. Namun, sekali lagi, anehnya tetap saja cukup banyak dijumpai wanita yang merokok. “Merokok sudah menjadi bagian dari gaya hidup.”, begitulah antara lain kalimat mereka untuk berkilah. Seakan-akan orang yang tidak merokok adalah orang yang tidak gaul dan sulit untuk diterima dalam pergaulan.

Banyak orang yang bilang, bahwa rokok sudah menjadi bagian penting dalam perekonomian Indonesia. Lihat saja, banyak pabrik rokok di Indonesia. Pabrik tersebut tidak hanya mendatangkan devisa namun juga menyedot tenaga kerja manusia. Iklan-iklan rokok yang ditampilkan di berbagai media pun sangat menarik, bahkan hampir tidak terlihat bahwa itu adalah iklan rokok. Berbagai cara digunakan untuk menarik minat masyarakat terhadap rokok. Menurut saya, hal itu seperti mengemas racun dengan label madu. Rokok dengan segudang bahan kimia berbahaya penyusunnya dikemas sedemikian rupa sehingga berkesan baik-baik saja. Padahal merokok dapat menimbulkan berbagai macam penyakit, seperti pesan pemerintah: Merokok dapat menyebabkan kanker, impotensi, gangguan kehamilan dan janin.

Orang yang merokok tidak hanya merugikan dirinya sendiri, melainkan orang-orang yang berada dalam lingkungannya. Orang yang paling menderita karena ulah para perokok adalah orang-orang yang berada di lingkungan perokok, yang biasa disebut perokok pasif. Perokok pasif memiliki resiko terkena penyakit akibat rokok yang lebih besar daripada perokok aktif. Hal ini dikarenakan jumlah asap yang dihirup perokok pasif lebih banyak daripada perokok aktif. Tentu saja ini diakibatkan asap rokok yang dihembuskan oleh perokok aktif lebih banyak daripada asap yang dihirup perokok aktif selama menghisap rokok. Secara tidak langsung perokok aktif bertanggung jawab dalam menyakiti fisik perokok pasif. Hiii, berarti secara tidak langsung para perokok sudah mendzalimi orang-orang sekitarnya. Kalo misalnya dibales ama Allah gimana ya?

Ngerokok bener-bener gak ada manfaatnya deh. “Saya jadi lebih PD and rileks kok setelah merokok!!”, hm..kalo rokoknya abis terus jadi gak PD and rileks lagi? Cuma sesaat donk manfaatnya, hanya kenikmatan semu. Kalo itu doank manfaatnya mah masih bisa digantiin ama yang lain. Masih ada alternatif lain yang jauh lebih baik daripada merokok. Kalo pengen rileks bisa dicoba tuh aromaterapi, bikin sendiri dari kulit jeruk yang dikeringkan misalnya ato istirahat aja juga bisa. Biar PD? Bukan dengan ngerokok lah..justru harus meyakinkan diri sendiri bahwa kamu bisa, minta juga dukungan moril dari temen ato keluarga. Semua orang tuh punya potensi masing-masing, trus dicari and diasah aja. Kalo misalnya kamu gak jago gambar, siapa tau kamu jago nyanyi. Orang yang ngerokok itu justru nunjukin kalo dirinya itu gak PD. So, masih pengen ngerokok???

Waktu

Oleh : Fawzi Rahmadiyan Z. (Biologi 2007)

Bulan mulai mendongak ketika Bapak menghampiriku.

Duduk di sisiku, ia bertanya,

“Kau tahu siapa musuh terbesar kita ?”.

Aku menggeleng.

“Ia adalah waktu.

Ia memakan semua impianmu jika kau tidak bergerak.

Ia menelan cita-citamu jika kau tidak bertindak.”

Aku tak mengerti.

Lalu Bapak tersenyum menatapku,

“Namun ia juga senantiasa ada jika kau butuh istirahat sejenak”.

-bapakseorangkuswotanti-

KROMOSOM AJA KOMPAK! Kenapa kita sesama muslim nggak bisa?!

Oleh : Lidia Eka P. (Biologi 2007)

Fenomena alam yang ada, banyak mengajarkan ilmu-ilmu kehidupan .Tanpa suara mereka mampu meneriakan nilai-nilai kebaikan. Tanpa harus menuliskan berlembar-lembar kiat dalam menjalani hidup mereka mampu menggaungkannya.Mereka hanya bertindak sesuai apa yang diperintahkan oleh Penciptanya. Mereka tak merengek-rengek untuk dapat diperhatikan, dipelajari gelagatnya, namun justru kebutuhan dari diri kita sebagai manusia untuk mampu membaca gelagat alam yang telah sangat sempurna diciptakan olehNya.

Tahukah kita bahwa kromosom mengajarkan kepada kita tentang arti kekompakan? Kromosom yang terdapat pada sel E Coli memiliki panjang kromosom seribu kali lebih besar dibandingkan panjang sel itu sendiri. Lalu bagaimanakah kromosom tersebut harus menempati 10% dari volume bakteri tersebut? Ternyata kromosom membentuk struktur yang kompak untuk dapat melakukannya. Kromosom akan berkondensasi membentuk struktur yang disebut nukleosid. Kromosom melakukannya dengan cara pelipatan dan penggulungan. Terdapat satu tujuan yang ingin mereka capai, mereka berusaha untuk menempati ruang yang sedemikian kecil dengan menyusun strategi penempatan yang tepat. Walaupun gen-gen yang terdapat didalamnya mengkodekan sifat yang berbeda-beda, namun kekompakan tetap terjalin. Justru dengan hadirnya perbedaan tersebut menimbulkan variasi dan kesempurnaan dari fenotipe yang tampak.

Dalam kehidupan nyata, kita pun berhadapan dengan hal tersebut. Kemajemukan karakter, budaya, bangsa, dan sebagainya, menegaskan dunia heterogenitas yang kita hadapi. Begitu pun tujuan dalam mencapai kebahagiaan hidup itu sendiri kita memiliki tujuan yang sama, yakni melakukan ibadah kepada Allah SWT, Sang Pencipta. Jika kita telah memahaminya, dapat kita lihat bahwa tujuan yang sama dari kromosom tersebut menjadikan mereka lebih kompak dan perbedaan yang ada tidak merenggangkan kekompakan tersebut. Apa jadinya jika kromosom-kromosom tersebut tidak membentuk suatu sistem kesatuan yang kompak? Mungkin,, fungsi-fungsi yang lebih fa’al tak akan dapat bekerja sempurna.

Hmmmm…ternyata,, begitu banyak hal-hal besar yang pada awalnya kita pelajari dari hal-hal yang kecil. Hal-hal yang kecil dapat menjadi penting dan hal-hal penting sama sekali bukanlah HAL KECIL. Dan tidak ada suatu alasan yg dapat membuat kita sesama muslim tercerai-berai karena ketidakkompakan kita. Bukankah begitu sahabat ??