Calon Kepala LDSITH Al-Hayaat

Menimbang :

  1. Bahwa akan diselenggarakan pergantian kepemimpinan LDSITH Al-Hayaat sebagai sebuah agenda terprogram.
  2. Bahwa dibutuhkan kepala LDSITH Al-Hayaat yang baru untuk menggantikan kepala LDSITH Al-Hayaat yang sedang aktif

Mengingat :

  1. Program dan rencana kerja kepengurusan LDSITH Al-Hayaat 2008/2009
  2. Hasil musyawarah angkatan pengurus aktif LDSITH Al-Hayaat pada tanggal 25 Mei 2009

Memutuskan :

Bahwa calon kepala LDSITH Al-Hayaat yang akan dipilih pada Muktamar Al-Hayaat tanggal 30 Mei 2009 adalah :

  1. Fawzi Rahmadiyan Zuhairi (10607052). Mahasiswa prodi Biologi, SITH, angkatan 2007.
  2. Angga Kusnan Qodafi (10407036). Mahasiswa prodi Mikrobiologi, SITH, angkatan 2007.
  3. Gibran Huzaifah Amsi El Farizy (10607006). Mahasiswa prodi Biologi, SITH, angkatan 2007.

Musyawarah pemilihan tanggal 30 Mei 2009. Sudah siapkah kita untuk memilih pemimpin terbaik bagi Al-Hayaat yang lebih baik? Jika belum, persiapkan! Persiapkan, kawan!

Katakanlah (Muhammad) : Inilah jalanku. Aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan yakin…”

(Q. S. Yusuf : 108)

THE NEXT LEADER OF LDSITH AL-HAYAAT

Pada hakikatnya, manusia memiliki identitas kepemimpinan. Sejak ia terlahir, menangis, merangkak, berjalan, jatuh, dan berdiri, kepemimpinan yang berlandaskan atas responsibilitas telah melekat secara erat pada diri setiap manusia. Yah, minimal kan kepemimpinan atau tanggung jawab kepemimpinan kepada diri sendiri.

Dalam konteks organisasi atau jama’ah, figur kepemimpinan bukanlah pilihan, melainkan sebuah kewajiban. Perjalanan yang dilakukan oleh 3 orang saja perlu dipilih seorang pemimpin, apalagi sekumpulan orang yang memiliki ide besar untuk tujuan yang besar? Tentunya diperlukan seorang pemimpin yang bisa memfasilitasi setiap gagasan untuk mengkombinasikannya dalam sebuah gerakan kolektif-progresif-harmonis dalam proses pencapaian visi bersama.

Dan, kawan, kepemimpinan adalah proses : memiliki alur, transformasi, dan regenerasi. Bagian ini adalah momentum dimana pemimpin harus siap untuk digantikan, dan calon pemimpin selanjutnya harus siap untuk menggantikan. Maka, di sinilah seni kepemimpinan terjadi: untuk siap dan disiapkan; untuk saling mempersiapkan, menuju satu profil yang terbaik.

Al-Hayaat, Lembaga Dakwah SITH, yang kita cintai itu, akan segera menempuh proses perguliran kepemimpinan, ketika tongkat estafet amanah yang berat diberikan dari pelari lama ke pelari yang baru. Kepemimpinan Al-Hayaat akan segera berganti kawan; pemimpin baru Al-Hayaat akan segera naik ke podiumnya.

Relakah kalian Pai digantikan? (Enggaaaaakk :D)

Relakah kalian pemimpin baru itu terpilih?

Siapakah pemimpin baru itu?

Bagaimana pemimpin baru itu bisa terpilih?

Apakah yang akan dilakukan Pain kepada Naruto? (Lho, kok ngaco?)

Dan literatur akan mencatat dengan jelas, bahwa nanti, Sabtu 30 Mei 2009, akan ada sebuah momen yang (bisa saja) menyejarah, tentang bergantinya Kepala Lembaga Dakwah SITH Al-Hayaat. Bahwa pada hari itu, akan lahir seseorang yang akan memimpin kecemerlangan dakwah di SITH.

Saksikan kawan! Saksikan!

“Dan kami telah menjadikan mereka itu sebagai pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami…” (Q. S. Al-Anbiyaa : 72)

:: UNTUK SITH YANG BERCAHAYA ::